Kategori: Teknologi

Giliran Tongkat Nabi Musa Dicari Setelah Temuan Kereta Firaun


Solopos.com/Newswire

Solopos.com, JAKARTA -- Penemuan kota emas peninggalan Firaun melengkapi penemuan terpenting di dunia. Kereta milik Firaun di dasar Laut Merah sebelumnya telah ditemukan yang jadi petunjuk para arkeolog untuk menggali keberadaan tongkat Nabi Musa.

Dikutip dari BBC dan ditulis Detikinet, Kamis (15/4/2021) para arkeolog mengungkap sisa-sisa kota kuno yang dijuluki kota emas yang hilang di gurun Mesir, tepatnya di luar Luxor. Temuan ini disebut sebagai kota kuno terbesar yang pernah ditemukan di Mesir dan diperkirakan berasal dari era kejayaan Firaun sekitar 3.000 tahun lalu.

Jauh sebelum kota emas Firaun ditemukan, seorang arkeolog bernama Ron Wyatt pada tahun 1988 mengaku telah menemukan bangkai kereta kuno yang berada di dasar Laut Merah. Wyatt mengatakan, bangkai kereta Firaun yang tenggelam di Laut Merah digunakan saat mengejar Nabi Musa dan para pengikutnya seperti diulas dalam artikel di Grand Rapids Herald Review, Minnesota, AS.

Baca Juga : Keren, Neuralink Klaim Bisa Bikin Jurassic Park Jadi Kenyataan

Wyatt dan peneliti lainnya juga menemukan sejumlah tulang manusia dan tulang kuda di tempat yang sama. Penemuan tulang tersebut memperkuat dugaan bahwa tulang-belulang tentara Firaun tenggelam di Laut Merah.

Temuan ini pun didukung hasil tes yang dilakukan di Stockholm University terhadap beberapa sisa kerangka. Para peneliti Stockholm University mengatakan, struktur dan kandungan tulang yang ditemukan tersebut berusia sekitar 3.500 tahun. Adapun kisah pengejaran Nabi Musa juga diperkirakan terjadi di kurun waktu yang sama, yakni sekitar 3.500 tahun lalu.

Tak hanya tulang belulang, ada benda lainnya yang ditemukan, yaitu poros salah satu kereta kuda milik tentara Firaun yang telah berubah menjadi batu. Uniknya, dari beberapa bangkai gerbong, ditemukan roda yang terdiri dari empat batang emas.

Baca Juga : Monyet Ini Bisa Main Game Dengan Pikiran Karena Otaknya Ditanami Chip

Para ahli juga memperkirakan berapa tenaga yang dibutuhkan untuk membelah air laut sedalam ratusan meter dalam waktu yang cukup lama. Menurut perhitungan fisikawan, dibutuhkan tekanan (gaya per satuan luas) sebesar 2.800.000 Newton per m2, atau paling tidak embusan angin yang sangat kuat dengan kecepatan konstan 30 meter per detik (108 km) per jam.

Banyak yang meyakini tongkat Nabi Musa itu ada dan terkubur di suatu tempat. Namun, keberadaannya tidak pernah bisa atau belum diketahui. Diduga, tongkat Nabi Musa ada di dalam kotak bernama The Ark of The Convenant. Kotak itu sendiri tidak pernah ditemukan.

 

Share
Dipublikasikan oleh
Alvari Kunto Prabowo