Giliran 300 Warga Gemolong Sragen Diuji Rapid Test, Bagaimana Hasilnya?
Ilustrasi rapid test. (Freepik)

Solopos.com, SRAGEN -- Setelah Kecamatan Sambirejo, kegiatan rapid test massal deteksi Covid-19 oleh Pemkab Sragen bergeser ke Kecamatan Gemolong.

Sebanyak 300 orang warga Gemolong diambil sampel darahnya untuk diuji. Hasilnya, semua dinyatakan nonreaktif. Rapid test dilakukan secara mendadak di tiga lokasi berbeda di kecamatan tersebut, Selasa (2/6/2020).

Rapid test yang diadakan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen itu menyasar para pedagang di Pasar Gemolong, pelaku perjalanan, tokoh agama. Juga sukarelawan penanganan Covid-19 tingkat kecamatan.

2 Nakes di Kwarasan dan Mancasan Positif Corona, Gugus Tugas Sukoharjo Lakukan Tracing

Rapid test tersebut merupakan lanjutan dari gerak cepat Pemkab Sragen untuk mengetahui situasi persebaran Covid-19 di Bumi Sukowati. Selain itu sebagai rangkaian dari rapid test sebelumnya dilakukan di Kecamatan Sambirejo, Sragen, Senin (1/6/2020).

Kegiatan tersebut juga dihadiri Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Kabid Pengendalian dan Pemcegahan Penyakit (P2P) DKK Sragen, Sri Subekti, saat dihubungi Solopos.com, Selasa malam, menjelaskan tentang kegiatan itu.

Dia menyebut jumlah warga Gemolong yang diambil sampel darahnya untuk kepentingan rapid test sebanyak 300 orang. Dia merinci pelaksanaan pengambilan sampel darah dilakukan di tiga lokasi.

Pemkot Solo Dikritik Soal Karantina Wilayah Joyotakan, Ini Alasannya

Ketiga lokasi rapid test tersebut, yakni di Pasar Gemolong, Sragen, diikuti 103 orang, Kantor Kecamatan Gemolong 111 orang dan Puskesmas Gemolong 86 orang. "Sebanyak 300 orang itu semua nonreaktif," ujar dia.

Dipantau Bupati

Sebelumnya di Sambirejo, tim DKK mengambil sampel darah 289 orang dan hasilnya hanya satu orang yang reaktif. Satu orang itu berinisial W asal Desa/Kecamatan Sambirejo, Sragen.

Sementara di Pasar Gemolong, seratusan pedagang dan pengunjung pasar tiba-tiba diminta mengikuti rapid test. Tes cepat terkait Covid-19 itu dipantau langsung Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Nekat Manipulasi Data PPDB, Calon Siswa Baru SMA Sukoharjo Siap-Siap Dicoret

Ada juga pengayuh becak, tukang ojek pangkalan, dan petugas pasar di bawah naungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen juga ikut tes cepat itu.

Rapid test dadakan di Pasar Gemolong Sragen itu membuat sejumlah orang kaget. Mereka tidak menerima pemberitahuan apa pun sebelumnya. Jadwal tes cepat terkait Covid-19 berikutnya dilaksanakan di wilayah Kecamatan Masaran, Rabu (3/6/2020). Tim DKK akan menyasar enam tempat.

Keenam tempat itu yakni Pasar Pucuk Sepat, Pasar Delepan Sidodadi, Pasar Masaran, Kantor Kecamatan Masaran, Puskesmas Masaran I, dan Puskesmas Masaran II. Targetnya maksimal 300 orang.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho