Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, saat menemui putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, di Loji Gandrung Solo, Rabu (18/9/2019). (Solopos-Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO —Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Solo mempersilakan jika ada nama yang hendak mendaftarkan diri sebagai calon wali kota/wakil wali kota lewat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) atau Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Yang jelas, pendaftaran via DPC sudah ditutup.

Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo, menyebut menurut informasi yang diterimanya hingga Minggu (13/10/2019) belum ada bakal calon wali kota yang mendaftar ke DPD Jawa Tengah, maupun DPP. Sedangkan pendaftaran ajang kontestasi Pilkada Solo 2020 tingkat DPC telah ditutup pada Senin (23/9/2019) lalu.

Karena itu, apabila ada calon yang melamar disarankan melalui jalur DPD maupun DPP. Hal itu berlaku bagi semua orang termasuk putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka.

“Kalau ada yang mendaftar yang menilai ya DPP. Mereka punya mekanisme, survei ke masyarakat dan sebagainya. Nah, bakal calon yang diusulkan DPC sudah jelas Achmad Purnomo-Teguh Prakosa, saya hanya menjalankan aturan kepartaian. Enggak ada komunikasi lagi di tingkat DPC karena berkas usulan sudah kami serahkan. Calon yang melamar ke DPD dan DPP menjadi urusan pihak sana langsung. Kalau ada yang mau mendaftat lewat DPD dan DPP ya silakan,” kata dia, kepada wartawan, Minggu.

Rudy, sapaan akrabnya, mengatakan selama ini pemilihan calon kepala daerah dari DPC PDIP melalui mekanisme penjaringan usulan kader. Tak terkecuali, pencalonan Jokowi dan dirinya pada 2005.

Baca juga: PDIP Solo Klaim Lawan Cuma Buang Duit, Termasuk Gibran?.

Kala itu, DPC PDIP menggelar pemilihan umum internal dengan empat pasangan calon. Jokowi dan Rudy akhirnya memenangkan pemilu itu dengan perolehan suara tertinggi. “Bagusnya itu kalau yang memilih kader, mereka tentu harus bertanggungjawab untuk memenangkan,” kata dia.

Soal rekomendasi DPP, Rudy mengaku belum tahu kapan surat itu turun. Pengalaman sebelumnya, rekomendasi turun sebelum pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) ditutup.

“Bisa Januari atau Februari dipepetkan saat KPU mulai pendaftaran. Siapapun pasangan calon yang mengantongi rekomendasi, ya, mereka yang didaftarkan,” tandasnya. Baca juga: PDIP Sesumbar Lawannya Pasti Kalah, Henry Indraguna Ibaratkan Kapal Titanic.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten