Gibran Komentari Cekcok PKL dan Satpol PP di Sukoharjo, Ini Katanya
Calon Wali Kota Solo Terpilih, Gibran Rakabuming Raka. (youtube)

Solopos.com, SOLO – Calon Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka memberikan komentar atau pandangannya terkait insiden percekcokan antara beberapa PKL dengan rombongan Satpol PP dan Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, beberapa waktu lalu.

Video keributan mereka viral di berbagai media sosial dan pemberitaan portal online beberapa hari terakhir. Di video itu terlihat Bupati Wardoyo terlibat beradu argumen dengan beberapa pedagang makanan yang sedang berjualan.

“Kemarin ada yang viral warung makan ditertibkan Satpol PP. Tetangga kita. Hal-hal semacam itu jangan sampai terjadi di Solo,” ujar dia saat diskusi virtual Outlook Ekonomi Solo 2021: Saatnya Bangkit!, Senin (18/1/2021).

Kronologi Farida Pasha "Mak Lampir" Meninggal Kena Covid-19

Diskusi gelaran solopos itu diikuti juga beberapa narasumber seperti Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo, Nurgoho Joko Prastowo; Pengamat Ekonomi FEB UNS, Mulyanto dan Ketua Apindo Solo, Iwan K. Lukminto.

Menurut Gibran para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) sudah sangat terpukul dengan kondisi pandemi Covid-19. Dia menilai para pedagang kecil itu jangan dibebani dengan kebijakan atau peraturan yang sebenarnya tidak semestinya dilakukan.

Di satu sisi dia menilai pengetatan aturan untuk memutus mata rantai persebaran Covid-19 memang diperlukan. Tapi dalam konteks pedagang kuliner atau warung makan yang buka pada malam hari, Gibran menilai tidak ada masalah asal protokol kesehatan tetap diterapkan.

“Ketat oke, tapi jangan batasi ruang gerak warung makan pas malam. Saya kira tak masalah asal memperbanyak delivery order, dan membatasi pembeli yang makan di tempat. Asal menerapkan prokes tidak masalah,” urai dia.

Wadaw! 9.865 Keluarga Penerima BPNT di Sukoharjo Terancam Dicoret

Gibran juga menyoroti perbedaan kebijakan Pemkab Sukoharjo dengan Pemkot Solo terkait pembatasan aktivitas masyarakat di mal. Pemkot Solo melarang anak-anak berjalan-jalan di mal, tapi di Sukoharjo tetap dibolehkan.

Menurut dia pemerintah daerah di Soloraya seharusnya kompak dalam kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan.

“Harus kompak. Misal anak kecil atau ibu hamil dilarang masuk mal di Solo, tapi ngeyel, lalu lari ke sukoharjo,” sesal dia.

Gibran menekankan pentingnya kekompakan pemerintahan daerah karena kebijakan satu daerah berdampak terhadap daerah lainnya.

“Jangan sampai yang ketat hanya Solo, tapi daerah-daerah lainnya agak longgar,” kata dia.

Sinergi

Bila nanti sudah dilantik sebagai Wali Kota Solo, Gibran berkomitmen untuk membangun sinerjitas dengan daerah lain di Soloraya. Sebagai langkah awal dia akan membangun komunikasi atau dialog dengan para pimpinan daerah.

“Jangan jalan sendiri-sendiri. Apa yang terjadi di Klaten, Sragen, dan Wonogiri berdampak ke Solo. Solo penduduknya cuma 500.000, tapi saat jam produksi orang di Solo sampai 2,5 juta. Solo magnet bagi orang di sekitar,” tegas dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom