Tim SAR Pengamanan Ormas Lingkungan Desa (Poldes) Sepat, Masaran, Sragen, menunjukkan sarang tawon yang dievakuasi di Dukuh Sepat, Senin (7/10/2019) malam. (Istimewa-Bambang Sugianto)

Solopos.com, SRAGEN — Suryanto, 43, warga Dukuh Sepat, RT 034, Desa Sepat, Kecamatan Masaran, Sragen, dilarikan ke klinik akibat diserang gerombolan tawon kunir, Senin (7/10/2019).

Kisah tragis itu bermula ketika Suryanto bersama Rudi, seorang mantri hewan di Kecamatan Masaran, hendak melakukan inseminasi buatan atau kawin suntik pada seekor sapi betina milik Suryanto.

Proses inseminasi buatan pada ternak dilakukan di pekarangan rumah Suryanto yang berdekatan dengan sarang tawon kunir.

“Sarang tawon itu berada di bawah [sedikit di atas permukaan tanah]. Kemungkinan saat proses penyuntikan berlangsung, kaki sapi itu tanpa sengaja menendang sarang tawon. Karena merasa terganggu, gerombolan tawon itu akhirnya menyerang Pak Suryanto, Pak Rudi, serta seekor sapi,” jelas Korlap Search and Rescue (SAR) Pengamanan Ormas Lingkungan Desa (Poldes) Sepat, Bambang Sugianto, kepada solopos.com, Selasa (8/10/2019).

Akibat sengatan tawon kunir, Suryanto mengalami rasa nyeri di sekujur tubuh. Suhu tubuhnya naik setelah diserang sekitar tujuh ekor tawon. Sebagian besar sengatan tawon kunir mengenai bagian punggung Suryanto.

“Biasanya kalau ada lebih dari lima sengatan tawon, dampaknya cukup parah. Mungkin daya tahan tubuh Pak Suryanto sedang baik sehingga dampak dari sengatan tawon itu bisa diminimalkan. Kalau daya tahan tubuhnya kurang baik, bisa saja terjadi hal buruk. Pak Rudi juga terkena sengatan tawon, tapi kondisi terakhir bagaimana, saya belum dapat laporan,” ujar Bambang.

Gerombolan tawon kunir yang dikenal mematikan itu juga menyerang sapi betina yang hendak kawin suntik. Sapi itu terkulai lemas karena tak kuat menahan sakit akibat sengatan tawon. Beruntung sapi itu akhirnya berangsur pulih dengan sendirinya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten