Gerindra: Prabowo-Sandi Pindah ke Jateng karena Yakin Kuasai Jakarta
Prabowo Subianto berpidato dalam Silaturahmi Relawan Prabowo Sandi (PAS) dan Deklarasi Aliansi Masyarakat Madani (AMM) di Ballroom The Sunan Hotel Solo, Kamis (22/11/2018) malam. (Solopos - Nicolous Irawan)

Solopos.com, JAKARTA -- Rencana Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memindahkan markas mereka ke Jawa Tengah (Magelang dan Solo) serta Jawa Timur menjadi sorotan. Kubu Prabowo-Sandi mengklaim langkah mereka pindah markas karena yakin sudah meraup suara besar di Ibu Kota.

Ketua DPD Partai Gerindra Jakarta M Taufik mengatakan bahwa dia optimistis bisa memperoleh suara 60% di Jakarta. “[Prabowo pada Pilpres 2014 di Jakarta] Kalah sedikit. Kita meyakini bahwa di Jakarta akan menang. 60% target kita,” katanya di Sekretariat Nasional Prabowo-Sandi, Jakarta, Selasa (11/12/2018).

Sementara itu di Jawa Tengah (Jateng) yang menjadi basis suara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Prabowo kalah telak pada 2014 saat berpasangan dengan Hatta Rajasa. “Maka wajar saja kalau kemudian pusatnya di Jawa Tengah. Menurut saya wajar. Itu strategi,” ucap Taufik.

Sebelumnya, Direktur Materi Debat Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi Sudirman Said menjelaskan bahwa markas perjuangan peserta pilpres 02 ini akan dipindah ke Jateng mulai pada awal 2019.

Dengan perhatian Sandi yang lebih di Kandang Banteng, Sudirman optimistis elektabilitas Prabowo-Sandi bisa melebihi 42%. Saat itu, Prabowo hanya mendapat 6.485.720 (33,25%) dari Jokowi yang memperoleh 12.959.540 (66,65%).

“Prabowo-Sandi menyadari Jateng adalah medan yang menantang. Dan pengalaman di pilpres 2014 kekalahan Prabowo di Jateng besar. Karena itu, Jateng menjadi perhatian khusus,” jelasnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom