Geram Proyek GOR Indoor Manahan Tak Selesai, DPRD Solo: Jangan Terulang Lagi!

Pimpinan DPRD Solo geram dengan pelaksanaan proyek lanjutan GOR Indoor Manahan yang tak selesai sesuai target.

 Proyek lanjutan GOR Manahan Solo. (rri.co.id)

SOLOPOS.COM - Proyek lanjutan GOR Manahan Solo. (rri.co.id)

Solopos.com, SOLO — Pengerjaan proyek lanjutan GOR Indoor Manahan Solo yang tak selesai pada 2021 hingga berujung pada pemutusan kontrak pelaksana proyek membuat pimpinan DPRD Solo sangat kecewa.

Seperti diungkapkan Wakil Ketua DPRD Solo, Sugeng Riyanto, yang menekankan agar kejadian serupa jangan sampai terulang kembali di kemudian hari. “Ke depan tidak perlu terjadi lagi, ada kontraktor tak bisa selesaikan pekerjaan sesuai batas waktu yang disepakati,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com melalui ponsel, Senin (20/9/2021).

Politikus PKS itu menekankan pentingnya evaluasi mendalam oleh jajaran Pemkot Solo terkait tidak selesainya proyek yang menelan anggaran hingga Rp18 miliar tersebut. Anggaran sebanyak itu berasal dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Rp15,9 miliar dan dana pendampingan APBD Solo 2021 senilai Rp2,1 miliar.

Baca Juga: Proyek Lanjutan GOR Manahan Solo Tak Rampung, Kontraktor Diputus Kontrak

“Proses seleksi rekanan hingga munculnya pemenang lelang harus ada evaluasi mendalam dari sisi kontraktornya maupun mekanisme seleksinya. Di satu sisi, pihak ketiga harus benar-benar ready dalam semua aspek, sehingga tak mengganggu perencanaan Pemkot. Kedua, evaluasi dalam hal mekanisme lelang itu sendiri,” sambungnya.

Sugeng meminta Pemkot Solo membuat catatan khusus terhadap rekanan atau pelaksana proyek lanjutan GOR Indoor Manahan 2021. Secara tegas, ia menilai perlunya Pemkot Solo mewaspadai pelaksana proyek tersebut dalam penyelenggaraan-penyelenggaraan kegiatan pembangunan fisik kota ke depannya.

Mekanisme Lelang

Disinggung apa itu maksudnya rekanan dimasukkan daftar hitam atau blacklist, Sugeng mengatakan Pemkot Solo sudah punya mekanisme sendiri. “Artinya pada penyelenggaraan-penyelenggaraan kegiatan Pemkot ke depan harus mewaspadai kontraktor ini yang telah terbukti pada pengerjaan sekarang tak bisa selesaikan pekerjaan tepat waktu,” paparnya.

Baca Juga: Hak Jawab PT Surya Bayu Sejahtera Terkait Berita Proyek GOR Manahan

Lebih jauh, Sugeng khawatir ada tahapan yang kurang optimal dalam seleksi rekanan pelaksana proyek GOR Indoor Manahan Solo 2021. Seharusnya, ia melanjutkan mekanisme lelang dilakukan secara ketat dan mendetail mengingat besarnya anggaran. “Berarti mekanismenya tak mampu membaca detail kesiapan kontraktor,” urainya.

Sebelumnya diberitakan, kontraktor pelaksana proyek lanjutan GOR Indoor Manahan 2021 terpaksa diputus kontrak lantaran tak mampu menyelesaikan pekerjaannya. Proyek itu seharusnya rampung 26 Juli 2021. Namun saat deadline tiba, pekerjaan belum rampung dan kontraktor pun diberi tambahan waktu 50 hari.

Sayangnya hingga 50 hari perpanjangan, Selasa (14/9/2021), pelaksana proyek belum juga bisa menyelesaikan pekerjaan.


Berita Terkait

Berita Terkini

Solar Dibatasi, Antrean Panjang di SPBU di Wonogiri Tak Terelakkan

SPBU membatasi distribusi bio solar kepada konsumen sehingga menimbulkan antrean panjang di spbu.

Terekam Kamera CCTV, 4 Pria Bobol Kotak Infak Masjid di Daleman Klaten

Aksi pembobolan kotak infak tersebut terekam kamera CCTV yang terpasang di sejumlah lokasi masjid setempat.

Absen Ujian, 4 Pelamar PPPK Nakes Karanganyar Dipastikan Gagal

Empat peserta seleksi PPPK nakes Pemkab Karanganyar tak ikuti ujian tanpa keterangan sehingga dipastikan gugur.

Bruk...Puluhan Pohon di Sukoharjo Tumbang Diterjang Angin Kencang

Saking derasnya, hujan disertai angin kencang mengakibatkan puluhan pohon besar tumbang dan melintang di jalan perdesaan di Sukoharjo.

Resepsi Pernikahan di Solo Sudah Boleh Tampilkan Penyanyi Lur

Acara resepsi tidak boleh digelar di rumah tinggal, pendapa/joglo kelurahan/kecamatan, aula sekolah, gelanggang olahraga dan gedung sejenis lainnya.

Daarul Qur'an Bangun Asrama, Bupati Juliyatmono Letakkan Batu Pertama

Ponpes Daarul Qur'an di Colomadu, Karanganyar, membangun masjid dan asrama santri. Bupati Juliyatmono berjanji akan mendukung Ponpes Daarul Quran

Awas! Ada 11 Lokasi Rawan Lakalantas di Jl. Solo-Jogja Klaten

Kawasan Besole, Kecamatan Ceper, menjadi salah satu lokasi Jalan Solo-Jogja yang rawan kecelakaan lalu lintas.

Karanganyar Hari Ini: 22 Oktober 2011, 46 Imigran Terdampar di Berjo

Sepuluh tahun lalu, tepatnya pada 22 Oktober 2011, sebanyak 46 orang imigran asal Afghanistan dan Iran terdampar di rumah salah seorang warga di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar.

Gapoktan Sebut Keterlibatan DPRD dalam Maraknya Penggunaan Sumur Sibel

Sebagian besar pembuatan sumur submersibel di Jaten, Karanganyar, dibiayai APBD melalui aspirasi DPRD Karanganyar.

Ini Jalan Kabupaten Klaten yang akan Membelah Rest Area Tol Solo-Jogja

Keberadaan rest area jalan tol Solo-Jogja di Manjungan, Kecamatan Ngawen, Klaten, akan terbelah dengan jalan kabupaten.

Penggunaan Sumur Sibel Tak Terkendali, Dispertan PP: Tak Ada Larangan

Dispertan PP Karanganyar menyebut tidak ada regulasi yang mengatur pengunaan sumur submersibel atau sibel di kalangan petani.

Penggunaan Sumur Sibel oleh Petani Jaten Tak Terkendali, Ini Bahayanya

Jumlah petani di Jaten, Karanganyar, yang menggunakan air sumur submersibel (sibel) dinilai terlalu banyak sehingga mengancam ketersediaan air tanah.

Operasi Pangan Murah dan Gratis Digelar di Masjid Al Falah Sragen

Operasi Pangan Murah dan Gratis ini digelar di Masjid Raya Al Falah Sragen untuk meringankan beban masyarakat setelah dihantam pandemi Covid-19 selama lebih dari satu tahun.

Duh, Masih Ada Ponpes di Sragen yang Emoh Ikut Vaksinasi, Ini Alasannya

Bupati Sragen meminta bantuan Polres dan Kodim untuk melakukan pendekatan kepada ponpes yang emoh ikut vaksinasi.

Angin Kencang yang Rusak 20 Rumah di Sragen, La Nina Sudah Datang?

BKMG mengumumkan ancaman badai La Nina di akhir tahun 2021. Sementara puluhan rumah rusak di Sragen setelah diguyur hujan disertai angin kencang.