Pembekalan terhadap CPNS hasil seleksi 2018 dalam acara Penguatan Jabatan Fungsional Bagi CPNS Kota Madiun 2019 di Kantor Kecamatan Taman, Rabu (20/11/2019). (Abdul Jalil/Madiunpos.com)

Solopos.com, MADIUN -- Wali Kota Madiun, Maidi, geram atas tingkah laku sebagian aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Madiun yang tidak disiplin. Dia mengakui ada sebagian ASN yang mengelabui sistem presensi yang selama ini menggunakan fingerprint di masing-masing kantor.

Hal itu disampaikan Maidi di hadapan 171 calon pegawai negeri sipil (CPNS) Pemkot Madiun hasil seleksi 2018 pada acara Penguatan Jabatan Fungsional Bagi CPNS Kota Madiun 2019 di Kantor Kecamatan Taman, Rabu (20/11/2019).

Wali kota mengingatkan para CPNS untuk tidak meniru ASN senior yang biasanya tidak disiplin. Selain kurang disiplin, ada sebagian ASN yang tidak melakukan tugasnya dengan baik.

"ASN fungsional ini tolong, kalian masih pegawai baru. Tolong kerja yang tulus dan ikhlas. Jangan macam-macam," kata Maidi yang juga meminta CPNS baru untuk bersedia mundur kalau tidak sanggup bekerja dengan baik.

Maidi berharap 171 CPNS baru ini segera menyesuaikan diri dan tancap gas dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing. Para CPNS ini juga diminta harus bisa melayani bukan malah ingin dilayani.

‘’Mereka ini kan baru. Harus diberikan pemahaman-pemahaman yang pas. Diberikan rambu-rambu agar kinerjanya bagus,’’ kata Maidi.

Banyak pekerjaan yang harus segera diselesaikan. CPNS ini diharapkan segera bisa menutup kekurangan personel di Pemkot Madiun. CPNS harus dapat memberikan sesuatu yang lebih daripada tenaga kontrak maupun upahan.

"Nanti CPNS baru ini akan diikutkan dalam kegiatan kunjungan di rumah warga. Mereka juga diwajibkan untuk menginap di rumah warga. Ini supaya lebih memahami tugas dan pekerjaan CPNS untuk melayani masyarakat," jelasnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten