Tutup Iklan
Salah satu acara dalam program Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional. (Dok. GMB-Indonesia)

Solopos.com, SOLO - Gerakan Menulis Buku Indonesia sebagai mitra resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI menginisiasi program Gerakan Sekolah Menulis Buku (GSMB) Nasional. Program ini telah diselenggarakan sejak tahun 2015 dengan hanya satu sekolah, lalu berkembang di tingkat kota/kabupaten (2016), kemudian tingkat karesidenan (2017), lalu tingkat provinsi (2018), hingga akhirnya hadir kembali pada penyelenggaraan program di tingkat nasional tahun 2019 ini.

“Kami telah merencanakan untuk melaksanakan program ini hingga tingkat internasional pada tahun 2020 nanti,” ujar Founder Gerakan Menulis Buku Indonesia, Lenang Manggala, lewat siaran pers yang diterima Solopos.com, Jumat (14/9/2019).

Program yang bergerak di bidang pengembangan pendidikan dan literasi ini, telah sukses menggelar program GSMB pada tingkat provinsi Jawa Tengah tahun 2018 lalu. Sebanyak 19.991 peserta bergabung dan berhasil memecahkan rekor MURI Lomba Menulis Puisi dengan Peserta Siswa Terbanyak.

Pada tahun ini, GSMB Nasional mengajak seluruh siswa sekolah tingkat SD/sederajat, SMP/sederajat, dan SMA/sederajat di seluruh Indonesia. Program ini terdiri dari serangkaian kegiatan yang meliputi lomba menulis puisi, lomba menulis cerpen, lomba menulis artikel, Penerbitan Buku, Peluncuran Buku, Lokakarya dan Seminar, Penganugerahan Juara, Pemecahan Rekor MURI, serta diakhiri oleh aksi donasi Semangat Sejuta Buku: untuk Indonesiaku.

“Gerakan Menulis Buku Indonesia memiliki kreativitas dan nasionalisme yang luar biasa. Dengan inovasi dan program-program yang diciptakannya, mereka benar-benar berhasil membantu pemerintah untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang semakin maju di bidang literasi, pendidikan, sosial, bahkan secara ekonomi. Mari kita dukung dan turut bergabung dengan misi GMB-Indonesia untuk menyalakan masa depan,” ujar Deputi IV Kantor Staf Kepresidenan RI, Yahya Tatang Badru Tamam.

Program ini diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.

“Program ini seru sekali. Selain itu, siswa juga akan merasa terapresiasi atas karya-karyanya. Sehingga kita menulis bukan hanya untuk konsumsi pribadi saja, tetapi kita semangat karena ternyata karya kita diapresiasi oleh orang lain,” ujar Hasti Nurul Kusuma, pelajar dari SMA Negeri 1 Klaten, salah satu pemenang program GSMB tahun 2018 lalu.

Dalam kesempatan yang sama, salah satu guru dari SMA Negeri 1 Klaten menyampaikan bahwa program ini memberikan dukungan bagi teman-teman sekolah lain untuk segera meningkatkan literasi di sekolah masing-masing.

Pendidikan ialah kunci penting dalam menyalakan masa depan bangsa. Secara spesifik, menguatkan dan mengembangkan budaya literasi adalah salah satu jalan terbaik untuk mempercepat laju perubahan di negeri ini. Dengan budaya literasi, seseorang dapat meningkatkan keilmuan, wawasan, kompetensi, dan karakternya. 

“Masa depan Indonesia yang menyala adalah cita-cita, pengembangan budaya literasi adalah cara, dan program Gerakan Sekolah Menulis Buku adalah upaya nyata bersama untuk meraih cita-cita,” kata Lenang Manggala.

Bagi sekolah yang belum mendaftar Gerakan Sekolah Menulis Buku Chapter IV Nasional, dapat mendaftarkan karya siswa siswinya melalui laman gsmb-indonesia.com sampai dengan 15 Oktober 2019.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten