Genting Asal Desa Pakisan Klaten Dikenal Bakoh dan Tidak Nglumut
Seorang warga melintas di depan Kantor Desa Pakisan, Cawas, (Solopos/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN -- Pakisan merupakan salah satu desa di Kecamatan Cawas. Lokasi desa ini berada di bagian ujung timur Kabupaten Bersinar. Lokasinya berbatasan dengan daerah Weru, Kabupaten Sukoharjo.

Sebagai salah satu daerah agraris, sebagian besar warga Pakisan secara otomatis mengandalkan pertanian sebagai sumber mata pencaharian utama. Total lahan pertanian di Pakisan mencapai 130 hektare. Di samping itu, jumlah warga di Pakisan mencapai 4.034 jiwa. Pakisan terdiri dari tiga dusun dan 22 dukuh.

Di samping pertanian, warga Pakisan berupaya memodifikasi usaha yang mengandalkan bahan baku dari pertanian. Di antaranya, yakni pengembangan sentra industri genting. Para pelaku industri genting di Pakisan terpusat di Dukuh Paliyan. Di lokasi ini, sebanyak 70 warga sudah menggeluti usaha pembuatan genting secara turun-temurun.

“Genting asal Pakisan sudah dikenal di Klaten dan sekitarnya. Gentingnya sangat kuat dan tidak mudah nglumut [gampang terkena lumut]. Sentra industri pembuatan genting di sini sudah sejak beberapa dekade terakhir,” kata Kepala Desa (Kades) Pakisan, F., Dedy Sukardi, saat ditemui Solopos.com, di kantornya, Jumat (18/1/2019).

Harga genting khas Pakisan dinilai sangat terjangkau di pasaran. Harga per unit senilai Rp1.400. Pemasaran genting asli Pakisan juga menjangkau beberapa daerah di Sukoharjo dan Gunungkidul. Hal itu tak terlepas dari kedekatan wilayah antara Pakisan dengan Sukoharjo dan Gunungkidul.

“Bahan utama pembuatan genting dari tanah liat. Bahan utama itu cukup mudah diperoleh [harga per rit saat ini senilai Rp300.000]. Tanah liat yang dibuat para pengrajin genting sering kali juga didatangkan dari daerah Bayat,” katanya.

F., Dedy Sukardi berharap kreativitas para pengrajin genting di desanya terus ditingkatkan. Persaingan penjualan genting di pasaran saat ini dinilai semakin ketat. “Dari pemerintah desa (pemdes) terus mendorong adanya peningkatan produksi dan pemasaran. Potensi ini harus terus dikembangkan agar menjadi produk unggulan desa ke depannya,” katanya.

Selain mengandalkan produksi genting dan lahan pertanian, warga di Pakisan juga tertarik mengolah hasil bumi menjadi camilan sehat. Hal itu seperti membuat olahan makanan ringan. “Ada juga keripik dari umbi-umbian. Pusatnya berada di Dukuh Pakis Harjo,” katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho