Genjot PAD, DPRD Ponorogo Dukung Pengembangan Usaha PD Sari Gunung

DPRD Kabupaten Ponorogo mendukung langkah Pemkab Ponorogo yang akan melakukan pengembangan usaha Perusahaan Daerah (PD) Sari Gunung untuk menggenjot PAD.

 Ketua DPRD Ponorogo, Sunarto, memberikan keterangan kepada wartawan seusai Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Ponorogo di gedung dewan setempat, Rabu (8/12/2021). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)

SOLOPOS.COM - Ketua DPRD Ponorogo, Sunarto, memberikan keterangan kepada wartawan seusai Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Ponorogo di gedung dewan setempat, Rabu (8/12/2021). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)

Solopos.com, PONOROGO — DPRD Kabupaten Ponorogo mendukung langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo yang akan melakukan pengembangan usaha Perusahaan Daerah (PD) Sari Gunung.

Nantinya, perusahaan pelat merah itu akan memiliki unit usaha lain di luar pertambangan kapur. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ponorogo, Sunarto, menyampaikan hal itu seusai Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Ponorogo, Rabu (8/12/2021).

PromosiRaih GPTW, Telkom Jadi Dream Job Bagi Pencari Kerja di Indonesia 

Sunarto menyampaikan ekstensifikasi usaha itu penting bagi PD Sari Gunung. Perusahaan daerah itu diharapkan bisa melebarkan lini usaha di luar tambang kapur.

Baca Juga : Begini Kondisi Kampung Curah Kobokan Luluh Lantak Akibat Erupsi Semeru

Dia menyampaikan DPRD Ponorogo membahas ekstensifikasi itu melalui usulan rancangan peraturan daerah (Perda) Perubahan atas Perda No.6/2020 tentang Perumda Sari Gunung Ponorogo.

“Perusahaan ini ke depan tidak hanya mengelola tambang gamping. Tetapi, juga ada unit usaha lainnya,” kata Sunarto kepada wartawan.

Dengan perluasan usaha tersebut, lanjutnya, perusahaan daerah tersebut akan lebih maksimal menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD). Selain itu, perusahaan pelat merah itu juga diharapkan lebih optimal mengelola sumber daya di Ponorogo.

Baca Juga : PPKM Level 3 Nataru Dibatalkan, Ini Dampaknya untuk Pelaku Usaha

Sunarto menyampaikan Pemkab Ponorogo harus segera mengajukan pemanfaatan aset yang masih berstatus tanah negara menjadi hak guna pakai (HGP). Dengan peralihan status itu, ujarnya, akan lebih bermanfaat bagi masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo, Agus Pramono, mengatakan pengembangan usaha PD Sari Gunung dilakukan supaya unit usaha di perusahaan itu lebih beragam. Pemkab berharap kegiatan usaha di PD Sari Gunung tidak hanya satu bidang, yakni pertambangan kapur.

“Bupati berharap ada kegiatan-kegiatan baru yang fokus di Sari Gunung. Nanti Sari Gunung juga akan mengelola tempat wisata, seperti Monumen Reog,” jelas dia.

Baca Juga : Sragen Hari Ini: 8 Desember 2015, Polisi Tembak Empat Perampok

Agus menuturkan pengembangan usaha itu dalam rangka menambah PAD Kabupaten Ponorogo. Selama ini, PAD dari PD Sari Gunung kecil, yakni Rp16 juta per tahun.

“Mungkin pembangunan fisik Monumen Reog bakal dimulai 2022. Ini juga sambil menunggu Raperda diproses.” (ADV)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berita Terkini

Bermodus Kemasan Bubuk Kopi, BNNP Jatim Bongkar Peredaran Ganja 16,9 Kg

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur membongkar peredaran narkoba jenis ganja dengan barang bukti sebanyak 16,9 kilogram.

Korban Meninggal Kecelakaan di Tol Surabaya Bertambah Jadi 15 Orang

Korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut di KM 712+400 jalur A Tol Surabaya-Mojokerto bertambah menjadi 15 orang.

Sopir Bus Kecelakaan Maut di Tol Surabaya Ditetapkan Jadi Tersangka

Sopir bus PO Ardiansyah yang mengalami kecelakaan maut di KM 712+400 jalur A Tol Surabaya-Mojokerto ditetapkan sebagai tersangka.

Mantap! Pemkot Madiun Bangun Pondok Lansia, 2023 Sudah Bisa Ditempati

Pemerintah Kota Madiun kini tengah membangun pondok khusus bagi warga lanjut usia.

Jos! Pemkab Ponorogo Raih Opini WTP 10 Kali Berturut-Turut dari BPK

Pemkab Ponorogo berhasil mempertahankan selama sepuluh tahun berturut-turut mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.

2 Pelaku Pembalakan Liar Hutan di Ponorogo Ditangkap, 3 Pelaku Diburu

Dua dari lima pelaku pembalakan liar hutan lindung di Kabupaten Ponorogo berhasil dibekuk.

Awalnya Flu & Kejang, Puluhan Sapi di Magetan Terkonfirmasi Positif PMK

Puluhan ekor sapi di Kabupaten Magetan terkonfirmasi positif PMK dengan gejala awal flu dan kejang-kejang.

Kreatif! Kakek-Kakek di Madiun Ini Ubah Limbah Kayu Jadi Miniatur Truk

Seorang kakek-kakek di Kabupaten Madiun ini mengubah limbah kayu menjadi kerajinan truk yang bernilai ekonomi.

Sadis, Pemuda Bunuh Teman Kencannya Pakai Pisau di Hotel Kediri

Pemuda asal Jombang membunuh teman kencannya di salah satu hotel di Kediri.

Waduh, 2 Ekor Sapi di Madiun Suspek PMK, Ada Luka di Mulut dan Kaki

Dua ekor sapi di Kabupaten Madiun dinyatakan suspek penyakit mulut dan kaki (PMK).

9 Rumah di Pasuruan Dihantam Truk Bermuatan Pasir, Diduga Rem Blong

Dump truk berpelat nomor M 8148 UG bermuatan pasir batu menabrak sembilan bangunan rumah warga di Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (18/5/2022) sekitar pukul 10.00 WIB.

Belum Direlokasi saat Revitalisasi Dimulai, Pedagang Pasar Sleko Ngeluh

Sejumlah pedagang Pasar Sleko, Kota Madiun, mengeluh karena belum direlokasi saat proyek revitalisasi pasar tersebut dimulai.

Rem Blong, Truk Kontainer Tabrak Ruko & Mobil, 1 Orang Meninggal

Truk kontainer menabrak rumah toko dan mobil di kawasan Simpang 3 Bungah, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Rabu (18/5/2022). D

Bahasa Walikan Malang Ada Sejak Zaman Belanda, Dulu Dipakai Jadi Sandi

Bahasa Walikan Malang ternyata sudah ada sejak zaman Belanda, dahulu digunakan prajurit sebagai kode atau sandi.

Ratusan Sekolah di Ponorogo Tak Miliki Kepsek, Kenapa Ya?

Ratusan sekolah di Ponorogo tidak memiliki kepala sekolah definitif.