Tutup Iklan
Awan panas Gunung Merapi, Senin (14/10/2019) sore.(Twitter @BPPTKG)

Solopos.com, KLATEN – Warga terdekat puncak Gunung Merapi di Kemalang, Klaten, tetap tenang meski awan panas meluncur dari puncak gunung tersebut, Senin (14/10/2019) sore. Tak ada hujan abu pasca letusan di wilayah sebelah tenggara puncak Merapi itu.

Salah satu warga Dukuh Ngemplak, Desa Sidorejo, Jenarto, mengatakan secara visual puncak Merapi tak terlihat dari kampungnya. Pasalnya, sejak siang kondisi gunung diselimuti kabut.

Saat letusan terjadi, warga hanya mendengar suara gemuruh berdurasi sekitar 1 menit. “Warga saat itu hanya keluar rumah untuk menengok puncak gunung. Karena tertutup kabut, warga kembali lagi beraktivitas di rumah masing-masing. Yang jelas warga tetap santai,” kata Jenarto saat dihubungi Solopos.com, Senin.

Hal senada disampaikan warga Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Subur. Koordinator Sukarelawan Tegalmulyo itu memastikan warga tetap tenang dan santai pascaerupsi yang terjadi Senin sore. Baca juga: Awan Panas Merapi, Selo Boyolali Diguyur Hujan Abu 1 Jam.

Dia menjelaskan secara visual kolom erupsi terlihat dari kampungnya. Warga saat itu hanya keluar rumah untuk melihat erupsi yang terjadi. “Kondisi warga tetap aman dan tidak ada dampak hujan abu di wilayah desa kami,” jelas Subur.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten, Sri Yuwana Haris Yulianta, juga memastikan warga tetap tenang akibat erupsi yang terjadi pada Senin sore. “Insya Allah tetap aman dan terkendali. Sementara ini tidak ada laporan ada hujan abu di wilayah Klaten pascaerupsi tersebut,” kata dia.

Baca juga: Semburan Awan Panas Merapi Terlihat Dari Deles Klaten, Tak Ada Hujan Abu.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten