Tutup Iklan
Prabowo Subianto berpidato dalam Silaturahmi Relawan Prabowo Sandi (PAS) dan Deklarasi Aliansi Masyarakat Madani (AMM) di Ballroom The Sunan Hotel Solo, Kamis (22/11/2018) malam. (Solopos-Nicolous Irawan)

Solopos.com, SEMARANG — Capres dan cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, akan mulai memindahkan markas pemenangan mereka ke Jawa Tengah (Jateng) pada Januari 2019. Pemindahan markas Prabowo-Sandi di Jateng yang selama ini dikenal sebagai basis PDI Perjuangan atau kandang banteng itu tak lain untuk meraup dukungan sebanyak mungkin dari warga Jateng.

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Jateng, Sriyanto Saputro, menyebutkan pemindahan markas timnya ke kandang banteng nantinya juga akan didukung oleh putri sang Proklamator, Rahmawati Soekarnoputri. Jateng itu kan basisnya merah, basisnya Soekarno dan bu Rahmawati adalah putri Soekarno. Beliau akan memberikan pengarahan kepada warga pencinta Soekarno untuk memilih Prabowo-Sandi,” ujar Sriyanto saat dihubungi Semarangpos.com, Senin (10/12/2018).

Bukan hanya Rahmawati, beberapa tokoh nasional yang selama ini mendukung Prabowo-Sandi juga akan lebih intens meraih dukungan di Jateng. Meski demikian, Sriyanto mengaku hingga kini belum tahu di lokasi manakah markas tim pemenangan Prabowo-Sandi itu didirikan. Bisa juga di Soloraya atau kota lain. Intinya, kami senang Jateng mendapat perhatian khusus. Istilahnya kami menantang di Jateng,” ujar pria yang juga menjabat sebagai anggota Komisi A DPRD Jateng itu.

Sriyanto menyebutkan alasan pemindahan markas pemenangan Prabowo-Sandi dari Jakarta ke Jateng. Selain lokasi Jateng yang strategis, di antara dua provinsi besar, yakni Jawa Barat dan Jawa Timur, perolehan suara di Jateng juga akan menentukan hasil pada Pilpres 2019 nanti.

Pada Pilpres 2014 lalu, Prabowo yang kala itu berpasangan dengan Hatta Rajasa, hanya mampu memberikan kontribusi sekitar 26%. Meski demikian, kondisi itu diyakini tim BPN Prabowo-Sandi akan berubah pada Pilpres kali ini. Keyakinan itu tak lain mengacu pada hasil Pilgub 2018 lalu, di mana Sudirman Said-Ida Fauziyah, yang diusung Partai Gerindra, mampu meraup perolehan suara sekitar 42%, meski pun akhirnya kalah dari pasangan yang diusung PDIP, Ganjar Pranowo-Taj Yasin.

Hasil Pilgub 2018 itulah yang menjadi acuan kami optimistis bisa meraih dukungan di Jateng sebanyak mungkin. Apalagi saat ini sukarelawan Prabowo-Sandi di Jateng juga tumbuh subur. Kami yakin bisa menguasa Jateng. Apalagi nanti baik Pak Prabowo maupun Mas Sandi juga akan kerap berada di Jateng,” beber politikus Partai Gerindra itu.

http://semarang.solopos.com/">KLIK dan https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten