Tutup Iklan
Petugas mendata aktivitas Gunung Slamet menggunakan alat seismograf di Pos Pengamatan Gunung Api Slamet, Desa Gambuhan, Pemalang, Jawa Tengah, Jumat (9/8/2019). (Antara-Oky Lukmansyah)

Solopos.com, PURWOKERTO — Gempa embusan yang terjadi di Gunung Slamet terus terjadi dengan frekuensi hingga ratusan kali sehari. Ada pula gempa tektonik jauh yang terekam Pos Pengamatan Gunung Api Slamet Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Karena itulah Gunung Slamet yang berada di antara Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes, Jawa Tengah hingga kini  status Waspada. "Dalam beberapa hari terakhir, amplitudo tremor menerusnya memang terlihat relatif rendah, dominan di angka 0,5 mm, namun sebenarnya masih fluktuatif, sehingga status Gunung Slamet masih Waspada," kata petugas PVMBG, Sukedi, saat dihubungi Kantor Berita Antara dari Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (26/8/2019) siang.

Ia mengatakan berdasarkan pengalaman dan pengamatan selama ini, kondisi tersebut menunjukkan karakter Gunung Slamet. Dalam peningkatan aktivitas Gunung Slamet kali ini, sambung dia, amplitudo tremor menerus tertinggi yang tercatat di Pos PGA Slamet yang berlokasi di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, mencapai 5 mm.

"Beberapa hari lalu, amplitudonya sempat mencapai 5 mm dan sampai sekarang masih fluktuatif karena kadang 4 mm, kadang 3 mm, naik lagi 4 mm, turun menjadi 2 mm, dan sekarang dominan 0,5 mm," jelasnya.

Selain itu, sambung dia, gempa embusan yang terjadi di Gunung Slamet pun masih sering terjadi hingga ratusan kali per hari dan kadang ada pula gempa tektonik jauh yang terekam. Terkait dengan karakter Gunung Slamet tersebut, Sukedi mengatakan petugas Pos PGA Slamet maupun masyarakat harus sabar.

"Sabar ada dua, sabar menanti apakah statusnya akan naik, ataukah sabar statusnya akan turun kembali menjadi normal," katanya.

Ia mengakui peningkatan aktivitas Gunung Slamet kali ini hampir sama dengan peristiwa yang sama pada tahun 2008-2009 karena saat itu status Waspada berlangsung cukup lama hingga akhirnya diturunkan menjadi Aktif Normal atau tidak sampai ditingkatkan menjadi Siaga. Sementara pada tahun 2014, status Waspada berlangsung cepat dan sempat dinaikkan menjadi Siaga hingga akhirnya turun menjadi Waspada dan selanjutnya kembali Aktif Normal.

"Dulu, tahun 2008-2009, status waspadanya cukup lama, makanya kita dituntut untuk sabar, sabar menanti naik atau sabar menanti turun," tegasnya.

Seperti diketahui, PVMBG pada tanggal 9 Agustus 2019, pukul 09.00 WIB, menaikkan status Gunung Slamet dari Aktif Normal menjadi Waspada.

">KLIK dan ">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten