GEMPA MADIUN : Pemkab Madiun Laporkan Gempa ke Pemprov Jatim, Ditindaklanjuti?
Retakan jalan akibat gempa bumi di Desa Klangon, Madiun, Jawa Timur, Jumat (26/6/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Fikri Yusuf)

Gempa Madiun berdampak luas meskipun skalanya lokal.

Solopos.com, MADIUN — Gempa yang mengguncang Desa Klangon, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (25/6/2015), dilaporkan Pemerintah Kabupaten Madiun kepada Pemerintah Provinsi Jatim. Laporan yang disampaikan melalui Dinas Energi Sumber Daya Alam dan Mineral (ESDM) itu diharapkan ditindaklanjuti karena dampaknya dirasa cukup parah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun, Edi Harianto, Jumat (26/6/2015), mengatakan, berdasarkan penuturan para warga Klangon, wilayah setempat sudah sering kali dilanda gempa lokal dengan skala kecil, namun dampaknya cukup parah. Selama tiga bulan terakhir sudah terjadi delapan kali gempa, namun dampak yang terakhir cukup parah.

"Kami meminta agar dilakukan penelitian apa pemicu gempa kecil yang berkali-kali itu. Apakah karena faktor alam atau lainnya. Kondisi ini sudah membuat panik warga," ujar Edy Hariyanto.

Menurut dia, gempa yang terjadi Kamis lalu itu merupakan gempa yang paling parah yang terjadi di wilayah setempat. Gempa tersebut telah menjatuhkan genting-genting atap rumah, meretakkan dinding, memecahkan lantai rumah, serta membuat jalan desa retak.

Hingga kini penyebab gempa berkekuatan 4,2 SR tersebut, belum diketahui. Pihak Pemkab Madiun juga berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk mengetahui asal gempa tersebut.

Terasa di Ngawi
Seperti diketahui, sesuai data BMKG, telah terjadi gempa bumi dengan kekuatan 4,2 Skala Richter (SR) pada Kamis pukul 10:35 WIB di titik 7,73 LS, 111,69 LS dengan kedalaman 10 km, sekitar 12 km arat tengggara Kabupaten Madiun. Gempa tersebut juga dirasakan warga di sebagian wilayah Kabupaten Nganjuk yang berbatasan dengan Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Akibat gempa tersebut, sebanyak 57 rumah warga desa setempat mengalami kerusakan baik sedang maupun ringan.

Pihak BPBD Kabupaten Madiun mengimbau warga untuk tetap waspada dan siaga dengan gempa susulan yang mungkin terjadi di wilayah lereng Gunung Wilis tersebut. "Sampai sekarang kami terus memantau kondisi lokasi bersama pihak terkait seperti Polres Madiun, Kodim Madiun, dan lainnya," kata Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Madiun, Edi Harianto.

Ia juga meminta warga yang rumahnya dalam kondisi bahaya, agar tidak dihuni atau dikosongkan dan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Untuk berjaga-jaga, pihaknya juga telah mempersiakan dapur umum jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Madiun Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom