Ilustrasi gempa bumi (JIBI/Solopos/Antara)

Solopos.com, SOLO -- Gempa bermagnitudo M7,1 yang berpusat di Jailolo, Maluku Utara, Kamis (14/11/2019) malam, membuat warga di sejumlah daerah di Maluku Utara dan Sulawesi Utara panik. Warga pesisir berinisiatif untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari tsunami,

Di Ternate, Maluku Utara, warga berhamburan ke luar rumah karena guncangan gempa terasa cukup lama. "Warga berbondong-bondong ke tempat lebih tinggi karena ada peringatan tsunami. Sampai saat ini kami masih berada di Ternate," kata reporter TVOne, Firdaus Amar, dalam laporan live yang ditayangkan TVOne.

Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan dan korban akibat guncangan gempa. Masyarakat setempat masih panik dan berbondong-bondong menuju lokasi yang lebih tinggi. Padahal berdasarkan rilis BMKG, status peringatan tsunami adalah "Waspada" yang berarti tinggi gelombang maksimal hanya 0,5 meter.

Ini Daerah Waspada Tsunami Pasca-Gempa M7,1 Jailolo Maluku Utara

"Hingga saat ini belum ada peringatan dari pemerintah daerah, tapi warga panik dan ada peringatan tsunami [BMKG] sehingga menyelamatkan diri. Masyarakat takut sehingga menyelamatkan diri sebelum ada imbauan," kata Firdaus.

Hal serupa juga terjadi Manado, Sulawesi Utara. Wilayah Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, merupakan daerah yang berstatus "waspada" tsunami setelah gempa ini. Sementara itu, dalam video yang diterima Solopos.com, warga Girian, Bitung, Sulawesi Utara, juga berbondong-bondong menuju lokasi lebih tinggi.

Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Jailolo Maluku Utara, Berpotensi Tsunami!

"Saat gempa tadi gempa cukup kuat di Sulut, warga di Kota Manado sebagian besar lari berhamburan ke luar rumah, getaran sangat kuat dan cukup lama," kata laporan reporter TVOne Marwan Diaz.

Menurutnya, sebagian warga masih beraktivitas seperti biasa. Namun sebagian warga sudah berdatangan ke daerah yang lebih tinggi karena peringatan tsunami belum berakhir.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten