GEMPA BUMI : Gempa Banten Warga Jakarta-Jabar Berhamburan

GEMPA BUMI : Gempa Banten Warga Jakarta-Jabar Berhamburan

SOLOPOS.COM - Lokasi gempa Banten Sabtu 28 November 2015 (@BMKG)

Gempa bumi terjadi di Pandeglang, Banten.

Solopos.com, BANTEN -- Gempa Banteng dirasakan warga yang berdomisili di Jakarta dan hampir semua wilayah Jawa Barat (Jabar).

Akun Twitter Balai Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) lewat @BMKG melaporkan gempa bumi berkekuatan 5,6 SR, gempa terjadi pada pukul 21.47 WIB. Lokasi gema bumi di 7.32 LS, 105,81 BT atau sekitar 77 kilometer tenggara Pandeglang-Banten. Kedalaman gempa 75 kilometer.

Netizen baik di Facebook dan Twitter diramaikan dengan kicauan gempa Banten. Bahkan hastag #Gempa  dan #5,6 menjadi salah satu jajaran trending topic Twitter.

"Iya teh barusan ada gempa,daerah bandung kerasa banget gempa nya,pusat gempa dari pelabuhan Banten," tulis akun Twitter @dininuraisah57.

Sementara Antara melaporkan, warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, berhamburan ke luar rumah karena beberapa detik merasakan getaran gempa sekitar pukul 21.49 WIB.

"Kami sekeluarga keluar rumah karena merasakan getaran gempa," kata Uni, warga Dukuh Kelurahan Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Sabtu.

Dia mengatakan, getaran begitu keras dan meski beberapa detik sangat menakutkan karena bisa saja merobohkan rumah yang terbuat dari dinding bambu.

Karena itu, ia dan keluarga terpaksa ke luar rumah demi keselamatan. Namun, beruntung getaran gempa tidak berlangsung lama.

Begitu pula, Samsiah, warga Komdik Kelurahan Rangkasbitung Timur Kabupaten Lebak berlarian ke luar rumah karena getaran gempa.

"Kami saat itu sedang menonton tayangan televisi, tiba-tiba gempa dan segera berlarian ke luar rumah," kata dia.

Berita Terkait

Berita Terkini

400 Pemudik Diperiksa di Exit Tol Ngawi, Ternyata Ada 2 Pemudik Positif

Seluruh kendaraan yang melewati jalan tol harus masuk pos pemeriksaan Exit Tol Ngawi.

Mangkrak 3 Tahun, Bangunan Bekas SD di Sragen Disiapkan Untuk Isolasi Pemudik

Pemerintah Desa (Pemdes) Sribit, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, menyiapkan bekas bangunan SDN 2 Sribit yang telah mangkrak selama tiga tahun untuk isolasi pemudik.

Tempat Wisata Solo Buka Saat Lebaran, Orang Luar Soloraya Bawa SIKM Tetap Dilarang

Tempat wisata di Kota Solo tetap buka saat Lebaran namun hanya untuk warga Soloraya dan bukan dari zona merah risiko Covid-19.

Serem! Ada Kuburan di Tengah Jalan Tugu Semarang

Jalan Raya Tugurejo, Tugu, Semarang atau dikenal sebagai Jalan Tugu, ternyata di tengah-tengah jalan ini, ada kuburan yang terongok.

720 Karyawan PT Delta Merlin Sragen Setujui THR 70% Dicicil, 160 Lainnya Belum Sepakat

Anggota serikat pekerja A PT Delta Merlin Sandang Tekstil Sragen yang berjumlah 720 orang sepakat menerima THR sebesar 70% gaji.

Lolos Penyekatan di Solo, 2 Pemudik Positif Covid-19 Dirujuk ke RS dan Asrama Haji

Satgas Jaga Tangga Kecamatan Serengan mendapati lima orang pemudik yang lolos penyekatan hingga akhirnya tiba di kampung halaman, Kamis (6/5/2021).

21 Warganya Jualan Pentol, Kampung Ini Disebut Pentol Portugal

Kampung Pentol Portugal di Sambirejo Sragen terkenal sejak 2015 gara-gara banyak warganya berjualan pentol.

4 Film Lokal Ini Wajib Masuk Daftar Tontonan Akhir Pekan Sambil Ngabuburit!

Akhir pekan jadi momen yang paling tepat untuk mengoptimalkan waktu bersantai di rumah, sambil nonton film.

MA Perintahkan Pemerintah Cabut SKB 3 Menteri Soal Seragam Sekolah

MA memerintahkan mencabut SKB 3 menteri soal seragam sekolah. Kini, pemeritah tak bisa lagi melarang sekolah mewajibkan siswa mengenakan seragam yang menggunakan atribut keaagamaan.

Warga Positif Covid-19 Klaster Layatan Jetis Sragen Tambah 1 Jadi 39

Warga positif Covid-19 dari klaster layatan di Jetis, Sragen, bertambah satu orang per Kamis (6/5/2021) malam

Pria yang Sarankan Nani Racuni Tomi Dikabarkan Anggota Polresta Jogja, Benarkah?

Kapolresta Jogja menyatakan belum tahu identitas R, pria yang menyarankan Nani Apriliani Nurjaman meracuni Aiptu Tomy.