Gempa Sukabumi. (BMKG)

Solopos.com, JAKARTA -- Gempa berkekuatan 5,4 SR terjadi di barat daya Sukabumi, Jawa Barat. Berdasar informasi dari laman BMKG, pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer.

Lokasi gempa berada pada koordinat 7.85 Lintang Selatan - 106.48 Bujur Timur. Gempa yang terjadi pada 16:54:45 WIB itu dilaporkan tidak berpotensi menyebabkan tsunami.

Seperti diketahui, Sukabumi baru saja mengalami bencana longsor. Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Garehong, Dusun Cimapag, Kabupaten Sukabumi.

Sejauh ini bantuan untuk korban bencana tanah longsor di Kampung Garehong, Dusun Cimapag, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dinilai mencukupi hingga sebulan ke depan. Saat ini penyerahan bantuan terus dilakukan.

"Bantuan yang diberikan dari para dermawan atau donatur untuk korban bencana tanah longsor ini cukup melimpah dan korban seluruhnya sudah mendapatkan bantuan hingga 10 kali lebih," kata Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Eka Widiaman di Sukabumi, Selasa (8/1/2019).

Menurutnya, hingga kini bantuan untuk korban bencana tanah longsor di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, terus berdatangan dalam bentuk kebutuhan dasar sehingga seluruh korban dipastikan bisa terpenuhi kebutuhan dasarnya.

Bantuan yang disalurkan berupa beras, makanan siap saji, terpal, selimut, kasur hingga pakaian dalam dan lain-lain. Maka dari itu, tidak benar jika ada informasi bahwa korban tanah longsor ini belum mendapakan bantuan, bahkan hingga menangis.

Setiap menyalurkan bantuan, pihaknya selalu melibatkan ketua RT atau yang dituakan dan dalam penyalurannya pun dilakukan secara terbuka, sehingga tidak mungkin ada yang tidak kebagian.

"Kami pun sudah berkoordinasi dengan aparat desa setempat perihal penyaluran bantuan untuk korban selamat maupun ahli warisnya, agar seluruhnya mendapatkan bantuan dan tidak ada kecemburuan sosial," tambahnya.

Sementara, ahli waris korban bencana tanah longsor, Kandi mengatakan dirinya merasa senang dan tidak senang mendapatkan bantuan dan santunan. Senangnya merasa diperhatikan, tidak senangnya dua anggota keluarganya meninggal dunia.

"Kami masih trauma dan tidak percaya bencana tanah longsor ini merenggut banyak korban jiwa termasuk keluarga saya, kami pun meminta doanya dari warga Sukabumi agar arwah korban yang meninggal diterima Allah SWT," katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten