GELOMBANG TINGGI : Syahbandar Jepara Larang Nelayan Melaut
Ilustrasi (JIBI/dok)

Solopos.com, JEPARA-Syahbandar Kota Jepara Jawa Tengah, Yuniarso melarang para nelayan melakukan aktivitas di laut karena gelombang air laut di daerah setempat masih tinggi.

"Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jateng kondisi gelombang laut di Perairan Jepara hingga Kamis (7/8) masih tinggi," ujarnya di Jepara, Rabu (6/8/2014).

Untuk itu, kata dia, larangan melaut tidak hanya berlaku bagi nelayan, melainkan aktivitas penyeberangan penumpang dari Jepara ke Karimunjawa juga dihentikan sementara sambil menunggu cuaca kembali normal.

Ketinggian gelombang laut di Karimunjawa, kata dia, mencapai 5 meteran, sedangkan di laut utara mencapai 3,7 meter.

Cuaca laut di perairan Jepara mulai memburuk, kata dia, terjadi sejak Selasa (5/8), sehingga jadwal keberangkatan kapal dari Karimunjawa menuju Jepara hingga kini belum bisa dilakukan, karena cuaca laut belum mendukung.

Transportasi laut yang berhenti beroperasi, katanya, tidak hanya terjadi pada kapal penumpang dan nelayan, melainkan kapal barang juga tidak berani melakukan aktivitas pelayaran.

Kondisi peraian laut dengan gelombang ombak tinggi, kata dia, berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG Jateng terjadi pula pada Kamis (7/8) denan ketinggian gelombang laut di Karimunjawa antara 2,0--4,0 meter dengan kecepatan angin 14-22 knot.

Sementara cuaca di perairan laut bagian utara ketinggian gelombang antara 0,75--3,0 meter dengan kecepatan angin 7-18 knot.

Terjadinya gelombang laut tinggi dan angin kencang, kata dia, disebabkan karena adanya siklus angin timuran yang datang di setiap akhir Juli hingga Agustus.

Saat ini Kapal Motor Penumpang (KMP) Muria yang biasa melayani penyeberangan penumpang masih berada di Jepara, demikian halnya kapal cepat Express juga berada di Pelabuhan Jepara.

Sebelumnya, Camat Karimunjawa Muh. Tahsin mengungkapkan jumlah wisatawan yang masih tertahan di Karimunjawa mencapai 300-an orang.

Ratusan wisatawan tersebut datang dari Jepara ke Karimunjawa pada Senin (4/8) diangkut kapal cepat Express.

Dari ratusan penumpang yang diangkut kapal tersebut, sekitar 80 persennya merupakan wisatawan dan sisanya warga Karimunjawa.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho