GELOMBANG PANAS : Korban Tewas Capai 450 Orang, PM Pakistan Serukan Langkah Darurat
ilustrasii (JBI/dok)

Gelombang panas menerjang Pakistan yang mengakibatkan ratusan orang tewas. 

Solopos.com, ISLAMABAD – Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif, menyerukan sejumlah tindakan darurat menyusul terus meningkatnya jumlah korban akibat gelombang panas. Setidaknya 450 kematian dilaporkan pada Selasa (23/6/2015).

Banyak kematian berasal dari Karachi, Provinsi Sindh. Kota itu dilingkupi suhu yang mencapai 44 derajat Celscius dalam beberapa hari terakhir. Pada satu sisi, hujan diperkirakan bakal segera turun.

Badan Penangggulangan Bencana Nasional Pakistan (NDMA) mengatakan telah menerima perintah dari Nawaz Sharif untuk melakukan tindakan tanggap darurat. Paramiliter pun mengerahkan upaya dengan mendirikan kamp medis di beberapa titik.

“Ratusan pasien yang menderita efek akibat gelombang panas tengah dirawat di rumah sakit pemerintah,” kata Sekretaris Dewan Kesehatan Provinsi Sindh, Saeed Mangnejo seperti dilansir bbc.com.

Sementara salah satu rumah sakit umum terbesar di Karachi menyatakan lebih dari 200 pasien yang meninggal karena dehidrasi.

"Beberapa korban dibawa dalam kondisi tewas sementara sejumlah lainnya meninggal dalam perawatan. Kami terus menerima pasien tanpa henti,” kata Direktur Rumah Sakit Jinnah Postgraduate Medical Centre, Dr. Seemin Jamali, dikutip dari Reuters.

Sementara di tengah terpaan suhu panas, muncul kabar menyejukkan dari Badan Meteorologi Pakistan. Mereka memperkirakan hujan bakal segera turun.

"Kami menantikan angin laut malam ini. Suhu akan turun seiring datangnya hujan di pesisir Sindh, membawa hujan ke kota [Karachi],” ungkap Direktur Jenderal Badan Meteorologi Pakistan, Ghulam Rasool.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom