Gelar Pameran Saat Pandemi, Disporabudpar Grobogan Tak Ingin Ada Klaster
Pengunjung melihat fosil binatang purba dalam pameran koleksi museum yang diselenggarakan Disporabudpar Grobogan, di depan museum, Jumat (4/12/2020).

Solopos.com, PURWODADI – Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata atau Disporabudpar Grobogan menggelar pameran koleksi museum saat pandemi Covid-19. Penyelenggara pun tak ingin kecolongan munculnya klaster baru dari kegiatan tersebut.

Mengingat sejak Selasa hingga Jumat (1-4/12/2020) sudah ada 108 kasus baru Covid-19 di Kabupaten Grobogan. Disporabudpar pun melakukan beberapa langkah guna mencegah terjadinya penularan virus corona (Covid-19) dari pameran itu.

Pameran koleksi museum lokal dan fosil Banjarejo tersebut diselenggarakan di depan Museum Lokal Purwodadi. Lokasinya di kompleks perkantoran Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan dan dilaksanakan selama dua hari Jumat-Sabtu (4-5/12/2020).

KRL Solo-Jogja Bakal Hadir Awal Tahun, Harga Tiketnya Bikin Bahagia

Kepala Bidang Kebudayaan Disporabudpar, Kukuh Prastyo Rusady mengatakan pameran tetap dilakukan namun dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Yakni dengan membatasi jumlah pengunjung dan menerapkan 3M.

“Jadi pengunjung merupakan undangan, jumlahnya dibatasi 50 orang setiap sesinya. Setiap pengunjung diukur suhu, harus memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak [3M]. tidak hanya pengunjung, namun petugas yang jaga pameran juga melakukan hal serupa,” kata Kukuh di lokasi pameran.

Pengunjung pameran koleksi museum yang diselenggarakan Disporabudpar Grobogan dicek suhu tubuhnya, Jumat (4/12/2020).(Solopos.com/Arif Fajar Setiadi)

Meledak! Sehari Ada 49 Kasus Baru Covid-19 di Grobogan

Museum Lokal Purwodadi

Kendati pengunjung pameran merupakan undangan, Kukuh menyebut yang diundang itu memenuhi unsur pelajar, mahasiswa, ASN, dan masyarakat. Selain itu waktu kunjungan juga dibatasi. Pihaknya juga membuat rekaman dokumentasi yang berisi deskripsi dari tiap-tiap koleksi.

“Video dokumentasi itu kemudian kita dikirimkan ke sekolah se-Kabupaten Grobogan. Sehingga mereka tahu bahwa di Grobogan ada peninggalan-peninggalan sejarah yang disimpan di museum,” jelasnya.

Mengenai koleksi di Museum Lokal Purwodadi, Kukuh mengungkapkan ada 1.245 benda. Jenis koleksi itu beragam, seperti fosil binatang purba, patung arca, pusaka, koin, dan benda-benda peninggalan sejarah.

Survei UNICEF: Kepatuhan Jaga Jarak Saat Pandemi Cuma 47 Persen

Benda-benda tersebut ditemukan di beberapa lokasi wilayah Kabupaten Grobogan. Terakhir, Kukuh menambahkan ada patung arca yang ditemukan di Dusun Segorogunung, Desa Nglinduk, Kecamatan Gabus.

‘’Di pameran ini kita juga menggandeng Rumah Fosil Banjarejo yang sudah cukup dikenal masyarakat. Koleksinya yang dipamerkan yakni fosil kepala kerbau purba dan gading gajah purba,” imbuh Kukuh.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom