Ibunda Jokowi, Sujiyatmi didampingi tiga putranya (adik Jokowi) memotong tumpeng sebagai bentuk doa dan dukungan untuk pasangan Jokowi-JK meraih kemenangan dalam pelaksanaan Pemilu Presiden pada acara napak tilas Jokowi di Desa Kranggan, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, Minggu (22/6/2014). (Indah Septiyaning W/JIBI/Solopos)

Solopos.com, KARANGANYAR—Serangan kampanye hitam capres menjelang Pilpres 2014 kian liar. Menepis isu miring dalam kampanye hitam capres, Keluarga Jokowi capres PDIP mengadakan napak tilas. Inilah silsilah keluarga Jokowi.

Keluarga Jokowi menggelar napak tilas di Dukuh Kauman RT003/ RW001 Desa Kranggan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Minggu (22/6/2014).

Pukul 13.00 WIB, ratusan warga, pendukung serta relawan Jokowi duduk mengikuti kegiatan napak tilas Jokowi di rumah berwarna hijau muda di RT003/RW001 Desa Kranggan, Kecamatan Gondangrejo. Hadir di antara ratusan warga, keluarga besar Jokowi. Di antaranya sang Ibunda, Hj. Sujiyatmi bersama tiga putranya atau adik capres nomor urut dua, masing-masing Hj. Sriyantini, Hj. Idayati dan Hj. Titik Ritawati.

Selain itu hadir paman Jokowi bersama keluarga besar serta kerabat lainnya. Sore itu, mereka menggelar napak tilas di rumah sang kakek. Rumah tersebut merupakan tempat tinggal Lamidi Wiryo Miharjo, tidak lain adalah kakek Jokowi yang kini telah berpindah tangan dan ditempati sang paman, Wahyono.

Rumahnya berada di daerah tandus di lingkungan perdesaan dengan suasana desa yang masih kentara.

“Jokowi asli wong ndeso. Bukan dari Singapura atau pun keturunan China,” ujar sang paman, Wahyono kepada ratusan warga.

Silsilah Keluarga

Wahyono menerangkan silsilah keluarganya.  Dia menuturkan ayahnya yakni Lamidi Wiryo Miharjo adalah seorang kepala desa (Kades) Kranggan yang menjabat hingga 30 tahun lebih. Di rumah tersebut dulu tinggal Lamidi Wiryo Miharjo bersama sang istri Painem dan kelima putranya, masing-masing Wijayatno, Wahyono, H. Mulyono Herlambang, Joko Sudarsono dan Heru Purnomo.

Putra pertamanya bernama Wijayatno ini kemudian menikah dengan Hj. Sujiatmi, anak pedagang kayu di Gumukrejo, Kelurahan Giriroto, Kecamatan Ngemplak Boyolali bernama Wirorejo dan pasangannya Sani.

Bahwa sesuai dengan tradisi masyarakat pedesaan setelah menikah namanya bergelar Notomiharjo. Dari pernikahan keduanya inilah lahir empat orang putra, bernama Joko Widodo (Jokowi), Hj. Sriyatin, Hj. Idayati dan Hj. Titik Ritawati.

“Di sinilah ayah Jokowi lahir dan bukan dari Singapura. Tidak ada tampang wong luar negeri malah tampang ndeso,” tuturnya.

Bukan Singapura

Senada disampaikan keluarga lainnya, Mulyono Herlambang. Dia mengatakan ayahnya Jokowi meninggal dunia pada usia 60 tahun. Ayahnya hanya seorang wong ndesa dan bukan berasal dari luar negeri.

“Memang tampang keluarga kami seperti orang Tionghoa. Saya saja kalau tidak tahu ya dikira wong China. Padahal bukan asli ndeso,” tuturnya.

Menurutnya, gencarnya kampanye hitam yang memojokan Jokowi sangat membuat keluarga tidak nyaman. Apalagi Jokowi disebut-sebut berasal dari Singapura. Padahal asal muasal keluarganya jelas di mana sang ayah berasal dari Gondangrejo, Karanganyar dan ibunya dari Ngemplak, Boyolali.

Ibunda Jokowi, Sujiyatmi menuturkan napak tilas ini dilakukan untuk memberikan pemahaman ke masyarakat tentang kebenaran asal muasal Jokowi. Pihaknya merasa terusik dengan kampanye hitam soal asal muasal Jokowi yang menyebutkannya berasal dari Singapura.

“Jokowi sampai sekarang sering ke sini. Wong ini rumah kakeknya ya di sini. Tiap tahun nyekar ya ke sini, jadi bukan dari Singapura. Jadi masyarakat biar jelas ini lho asalnya Jokowi,” tegasnya.

Sujiyatmi menuturkan tak pernah henti-hentinya mendoakan sang anak agar selalu diberi keselamatan dan kelancaran selama pelaksanaan pemilu presiden. “Tiap malam doa terus, zikir tidak pernah putus supaya lancer, termasuk lancer saat debat nanti,” ujarnya.

Salah satu warga, Widodo Prasetyo membenarkan Notomoharjo atau dulu bernama Wijiyatno merupakan warga asli Kranggan. Dirinya bersama warga lainnya berharap Jokowi menang dan bisa menjadi presiden RI.

“Kami sangat bangga sebagai warga Kranggan yang menjadi calon presiden. Kami berharap benar bahwa Jokowi bisa menjadi Presiden. Dia orangnya jujur, lugu dan merakyat,” tuturnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten