Tutup Iklan

Gelap Gulita, PKL Jajanan Malam di Solo Baru Belum Berjualan Meski Aturan PPKM Dilonggarkan

PKL jajanan di kawasan Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah, memilih belum berjualan meskipun aturan PPKM dilonggarkan karena lampu PJU masih dipadamkan.

 Ilustrasi PKL. (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi PKL. (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, SUKOHARJO – Para pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Solo Baru belum membuka lapak dagangan kendati pemerintah telah melonggarkan aktivitas usaha selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

Pemkab Sukoharjo masih melanjutkan penyekatan ruas jalan dan pemutusan aliran listrik lampu penerangan jalan umum (LPJU) di kawasan Solo Baru.

Pemkab Sukoharjo memberi kelonggaran makan di tempat atau dine in untuk warung makan, pedagang kaki lima (PKL), lapak jajanan, dan sejenisnya. Layanan makan di tempat diperbolehkan namun tetap dibatasi maksimal tiga orang dan paling lama 20 menit.

Kebijakan serupa tak berlaku bagi restoran, rumah makan, kafe di dalam gedung atau bangunan tertutup baik tersendiri atau di pusat perbelanjaan yang hanya menerima delivery order dan take away atau bungkus.

Baca juga: Kawasan Perbatasan Wonogiri-Sukoharjo Bakal Dipermak Dan Dibikin Lebih Cantik

Selain pusat bisnis terbesar di Soloraya, kawasan Solo Baru juga dikenal sebagai surga kuliner malam. Masyarakat bisa lesehan menyantap makanan dan minuman yang dijajakan para PKL di Solo Baru hingga larut malam. Saking ramainya para pengunjung harus mengantre untuk bisa menikmati beragam menu kuliner seperti nasi goreng, nasi liwet, bakmi goreng hingga wedangan hik.

Kendati ada pelonggaran aktivitas usaha namun penyekatan arus jalan belum dibuka. Begitu pula, aliran listrik lampu penerangan jalan di sejumlah lokasi pusat keramaian belum dinyalakan.

“Saya tidak berjualan sejak awal penerapan PPKM Darurat pada awal Juli. Sekarang pun belum bisa berjualan lantaran aliran listrik lampu penerangan jalan belum dinyalakan. Kami tak bisa berjualan tanpa lampu penerangan jalan,” kata pemilik Wedangan Pak Item, Joko Surepto, saat berbincang dengan Solopos.com, di Sukoharjo, Kamis (29/7/2021).

Baca juga: 50 PKL Sragen Dites Swab Antigen Dulu Sebelum Ambil Bantuan Sembako

Joko mengaku bingung lantaran memiliki tanggungan angsuran mobil pikap setiap bulan. Penghasilan yang didapat setiap bulan tak mampu menutup biaya operasional seperti membayar upah sembilan karyawan, tagihan listrik dan air bersih.

Para pedagang meminta agar pemerintah membuka ruas jalan yang disekat dan menyalakan lampu penerangan jalan.

“Percuma berjualan jika ruas jalan di kawasan Solo Baru masih disekat. Sekarang kondisi di kawasan Solo Baru masih sepi. Para pelanggan tak bisa mampir ke lapak pedagang lantaran akses jalan ditutup,” ujar dia.

Pernyataan senada diungkapkan pemilik warung nasi liwet Solo Baru, Sri. Jam ramai pengunjung wedangan hik di atas pukul 19.00 WIB. Sebagian besar pengunjung merupakan keluarga yang ingin berkumpul sembari menikmati makanan dan minuman di lapak pedagang. Mereka bisa menghabiskan waktu hingga berjam-jam hingga larut malam.

Baca juga: Kematian Pasien Corona di Soloraya Tinggi, BNPB: Butuh Perhatian Khusus

Dia berharap pemerintah membuka ruas jalan yang disekat dan menyalakan lampu penerangan jalan sehingga para PKL di Solo Baru bisa kembali berjualan.

“Tak mungkin melayani makan di tempat dalam kondisi gelap gulita. Tak ada masyarakat yang makan di warung karena lampu penerangan jalan masih dipadamkan,” kata dia.

Ketua Paguyuban PKL Setia Kawan Solo Baru, Sudarsi, menyatakan jumlah PKL di kawasan Solo Baru lebih dari 100 orang. Mereka menyebar di sepanjang Bundaran Pandawa hingga Jembatan Bacem dan Bundaran Pandawa hingga RS Indriati. Sudarsi meminta pemerintah memperhatikan kelangsungan hidup para pedagang yang terdampak Covid-19.

 

Berita Terkait

Berita Terkini

320 Petani Milenial Klaten Diusulkan Ikut Pelatihan di Kementan

Pemkab Klaten mengusulkan ratusan petani milenial yang umurnya di bawah 40 tahun ikut pelatihan dari Kementerian Pertanian.

Apa Kabar Rencana Gedung RSUD Sukoharjo di Bekas Terminal Kartasura?

Saat pemerintahan Bupati Wardoyo Wijaya, lahan bekas Terminal Kartasura diproyeksikan untuk gedung unit II RSUD Ir Soekarno Sukoharjo.

Tak Sanggup, Pengelola Serahkan Rusunawa Begalon I ke Wali Kota Solo

Pengelola Rusunawa Begalon I Solo menyerahkan pengelolaan rusunawa tersebut ke Wali Kota Solo karena sudah tidak sanggup.

Populasi Kucing Jalanan Soloraya Naik saat Pandemi Corona, Mau Adopsi?

Pegiat komunitas pencinta kucing, Rudimeong, mengajak masyarakat untuk mengadopsi kucing jalanan ketimbang membeli.

Sebelum Terbakar, Pasar Janglot Sragen Pernah Hampir Direvitalisasi

Pasar Janglot, Tangen, Sragen, yang terbakar pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari pernah hampir direvitalisasi beberapa tahun lalu.

Sudah Ada PJU, Warga Karangasem Sukoharjo Tak Perlu Takut Keluar Malam

Belasan lampu PJU bertenaga surya kini menerangi jalan Desa Karangasem, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, bantuan dari Kementerian ESDM.

Pertandingan Pembuka Liga 2 di Stadion Manahan Solo Dijaga 350 Polisi

Pertandingan pembuka kejuaraan sepak bola Liga 2 di Stadion Manahan Solo, Minggu sore, dijaga ratusan aparat kepolisian.

Brankas Berisi Rp300 Juta Selamat dari Kebakaran Pasar Janglot Sragen

Brankas berisi uang Rp300 juta selamat dari kebakaran Pasar Janglot, Tangen, Sragen, yang menghanguskan puluhan kios dan los.

Unik! Ada Ormas Bernama Polokendho di Soloraya, Apa Saja Kegiatannya?

Organisasi kemasyarakatan atau ormas di Soloraya ini punya nama unik yakni Polokendho, anggotanya dari berbagai latar belakang profesi dan pekerjaan.

Innalillahi, Warga Solo Meninggal Mendadak Saat Piknik di Karangpandan

Warga Sangkrah, Solo, meninggal dunia secara mendadak saat hendak makan sambil menikmati pemandangan di Karangpandan, Karanganyar.

Polisi Ungkap Cara Pengedaran Upal Boyolali, Dijual hingga Modus Klenik

Pengedaran upal oleh komplotan yang tertangkap di Mojosongo, Boyolali, dilakukan dengan beberapa cara salah satunya modus klenik.

Penganut Hindu Klaten Minta Bangunan Tol Solo-Jogja Tak Tutupi Yoni

Penganut Hindu di Klaten meminta agar bangunan tol Solo-Jogja tak berada tempat di atas atau menutup yoni di tengah sawah Keprabon.

4 Jam Api Membara, Puluhan Los-Kios Pasar Janglot Sragen Jadi Arang

Kebakaran yang berlangsung selama empat jam menghanguskan puluhan los dan kios di Pasar Janglot, Kecamatan Tangen, Sragen.

Ada DPC PDIP di Jateng Dukung Ganjar, Ini Komentar Wawali Solo

Wawali Solo Teguh Prakoso yang juga Sekretaris DPC PDIP Solo menanggapi ihwal dukung mendukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.

Selain Bhre-Paundra, Sosok Ini Dinilai Layak Pimpin Mangkunegaran Solo

Selain Bhre dan Paundra yang merupakan putra Mangkunagoro IX, ada sosok lain yang dianggap layak memimpin Pura Mangkunegaran Solo.