Kategori: Nasional

Gejala Baru Covid-19: Indra Penciuman dan Perasa Hilang, Pizza Serasa Kardus


Solopos.com/Nindya Aldila/Bisnis

Solopos.com, JAKARTA -- Ada gejala baru yang muncul pada pasien positif Covid-19, yakni kemampuan indra penciuman dan perasa hilang secara ekstrem. Mereka tak bisa menggunakan lidahnya (indra perasa) untuk merasa makanan dan hidungnya tak bisa mencium bau.

Direktur Utama RSUP Persahabatan Jakarta, dr Erlina Burhan, mengungkapkan gejala orang yang terinfeksi Covid-19 kini tidak hanya batuk dan sesak napas. Ketika virus itu masuk ke saluran pernapasan, maka gejala tidak hanya batuk, tapi juga kemampuan mencium dan mengecap yang hilang.

Sebaran Kasus Covid-19 Per Kelurahan di Solo: 17 Positif, Awas Transmisi Lokal

"Kalau [virus corona] banyak, menimbulkan kerusakan. Kalau ada kerusakan, maka timbul keluhan. Keluhannya tidak hanya batuk, tapi juga sakit kepala. Ada keluhan baru, yaitu kemampuan mencium berkurang, kemampuan mengecap juga berkurang. Jadi rasanya hambar saja," kata Erlina, Sabtu (25/4/2020).

Hal itu diungkapkan Erlina dalam diskusi daring bertajuk Aspek Keamanan dalam Meliput Pandemi Covid-19 yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen. Di fase awal, penderita Covid-19 merasa kemampuan indra penciuman dan perasa mereka hilang.

Jokowi Sebut Virus Corona Mati karena Panas Matahari, Ini Pendapat Dokter

Setelah virus itu turun ke saluran pernafasan, maka gangguan lain baru muncul. "Baru kemudian kalau sudah ke bawah, gangguan tenggorokan. Kalau sudah ke bawah lagi, ke paru, jadi batuk. Kalau meluas, jadi sesak," kata dia.

Pizza Serasa Kardus

Dilansir The Atlantic, Sabtu (25/4/2020), pengalaman indra penciuman dan merasa yang hilang pada pasien Covid-19 itu diungkapkan Karan Manhajam. Penulis asal Providence, Rhode Island, itu mengungkapkan bahwa indra perasa dan penciumannya terganggu meski tidak ada gejala berat lainnya.

Dia mengatakan makan pizza seperti makan kardus.

Sesak Napas & Kejang, Pemudik Grobogan Meninggal di Rumah Bidan

Jonathan Aviv, seorang dokter THT di New York, mengatakan semakin hari semakin banyak jumlah pasien muda datang kepadanya. Para pasien Covid-19 itu mengeluh tiba-tiba kemampuan indra penciuman dan perasa (mencicipi) hilang. Dia tidak yakin harus memberi tahu mereka tentang apa yang sedang terjadi.

"Skenarionya adalah bahwa efek inflamasi infeksi sementara mengubah fungsi saraf penciuman. Kemungkinan yang paling menakutkan adalah virus itu menyerang saraf itu sendiri,” katanya.

Hendak Operasi Caesar, Ibu Hamil Asal Nogosari Boyolali Positif Covid-19

Virus yang menyerang saraf dapat menyebabkan gangguan jangka panjang dan dapat memengaruhi bagian lain dari sistem saraf.

SARS-CoV-2 (virus corona baru) tidak dilaporkan menyerang otak dan tulang belakang secara langsung. Namun pendahulunya, SARS-CoV, diduga memiliki kemampuan itu. Jika sel-sel saraf terhindar oleh virus baru, mereka akan berada di antaranya.

Menyerang Syaraf

Ketika coronavirus menempel pada sel, virus bakal terhubung dan menerobos, kemudian mulai mereplikasi. Virus berkembang di sel-sel nasofaring dan turun ke paru-paru, tetapi juga diketahui aktif pada sel-sel hati, usus, dan jantung.

Isolasi Desa Paulan Colomadu Karanganyar Dibuka, Giliran Baturan Ditutup

Ini adalah dugaan awal mengapa penderita Covid-19 mengeluh kemampuan indra penciuman dan perasa mereka hilang atau berkurang. Virus ini menyebar ke seluruh tubuh selama berhari-hari atau berminggu-minggu dalam mode siluman. Virus mengambil alih sel inang sambil menghindari respons imun.

Diperlukan waktu satu atau dua pekan bagi tubuh untuk sepenuhnya mengenali sejauh mana tubuh itu kewalahan. Pada titik ini, reaksinya seringkali tidak tenang dan terukur. Sistem kekebalan masuk ke keadaan hiperaktif, menarik semua alarm yang tersedia untuk memobilisasi mekanisme pertahanan tubuh. Inilah saat orang tiba-tiba jatuh sakit.

Dikutip Jokowi, Ternyata Ini Pejabat AS Penyebut Virus Corona Mati di Cuaca Panas

Berdasarkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, beberapa gejala Covid-19 sangat beragam mulai dari gejala ringan sampai berat. Gejala ini muncul dalam 2-14 hari setelah terpapar oleh virus.

Share
Dipublikasikan oleh
Adib Muttaqin Asfar