Geger, Mayat Bayi Laki-Laki Ditemukan Dekat Gereja di Jepara

Penemuan mayat bayi di lingkungan gereja di Desa Welahan, Jepara, menimbulkan misteri terkait sosok pembuangnya.

 Ilustrasi mayat bayi (Dok. Solopos.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi mayat bayi (Dok. Solopos.com)

Solopos.com, JEPARA — Warga Desa Welahan, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng), digegerkan dengan penemuan mayat bayi berjenis kelamin laki-laki, Kamis (6/10/2022) pagi. Mayat bayi laki-laki itu ditemukan di lingkungan Gereja GKMI Turut RT 005 RW 004, Welahan, Jepara.

Kapolsek Welahan, AKP Susiyanto, mengungkapkan mayat bayi berjenis kelami laki-laki itu ditemukan sekitar pukul 09.30 WIB. Mayat bayi itu kali pertama ditemukan seorang warga yang hendak membersihkan lahan di lingkungan gereja.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Saat itu, warga tersebut melihat ada karung yang terdapat bercak darah dan gundukan tanah. Saksi kemudian memberitahukan temannya. Setelah itu, keduanya mendatangi tempat penemuan dan menggali gundukan tanah.

Setelah digali, mereka pun terkejut karena menemukan sosok bayi laki-laki yang sudah tak bernyawa terbungkus dalam kantong plastik.

”Bayi ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Kapolsek Welahan Jepara dikutip dari Murianews.com, Kamis.

Baca juga: 4 Budaya asli Jepara Diusulkan Jadi Warisan Tak Benda, Ini Ragamnya

Saat ditemukan, mayat bayi tersebut masih disertai dengan ari-ari. Darah juga masih menempel di tubuh bayi. Mendapati laporan itu, pihak kepolisian kemudian berkomunikasi dengan pihak kesehatan. Tak berselang lama, mayat bayi tersebut dievakuasi ke RSUD Kartini Jepara.

Sesampainya di RSUD Kartini, mayat bayi itu dilakukan pemeriksaan. Dari pemeriksaan itu diketahui jika bayi yang ditemukan dalam kondisi tak bernyawa itu belum lama lahir. Bayi itu juga mengalami luka pada bagian ubun-ubun.

Luka itu diduga berasal dari benturan benda keras sebelum bayi dikuburkan dalam lubang yang ada di lingkungan Gereja GKMI Turut, Welahan, Jepara.

Baca juga: Asyik Jalan-Jalan di Pantai Parangkusumo, Wisatawan Malah Temukan Mayat Bayi

Dari hasil pemeriksaan itu juga diketahui jika bayi dikubur dalam kondisi sudah tak bernyawa. Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku pembuang bayi berjenis kelamin laki-laki di Welahan Jepara tersebut.

Sumber: Antara

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Banjir Bandang Akibatkan 1 Orang Meninggal dan 146 Warga di Pati Dievakuasi

      Banjir bandang yang melanda dua desa pada dua kecamatan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng), mengakibatkan 1 orang meninggal dunia dan 146 orang dievakuasi.

      Cabul! Pria di Tegal Rudapaksa Bocah Perempuan saat Tidur

      Seorang pria paruh baya di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah (Jateng), tega melakukan perbuatan rudapaksa terhadap bocah perempuan berusia 13 tahun yang tengah tidur.

      Seharian Hujan Lebat, 3 Kecamatan di Pati Tergenang Banjir Bandang

      Sejumlah desa di tiga kecamatan pada Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng) diterjang banjir bandang pada Rabu (30/11/2022).

      Resmi! Intiyas Utami Jabat Rektor UKSW 2022-2027

      Prof Intiyas Utami resmi menjabat sebagai Rektor UKSW Salatiga untuk periode 2022-2027.

      Foto Sosok Dheo Daffa, Pembunuh Keluarga di Magelang Beredar di Medsos

      Foto sosok pelaku pembunuhan keluarga di Magelang, Dheo Daffa, beredar dan viral di media sosial atau medsos.

      Ternyata! DD Magelang Beri Dawet Campur Racun ke Orang Lain Selain Keluarga

      DD atau Dheo Daffa Syahdilla, anak yang bunuh keluarga dengan racun ternyata juga memberikan racun dicampur minuman dawet ke orang lain.

      Dampak Perang Rusia, Ekspor Udang Cilacap ke Eropa Drop

      Krisis Eropa akibat perang Rusia turut dirasakan petambak udang di Cilacap di mana permintaan ekspor menurun.

      Baznas Susun Strategi Entaskan Kemiskinan dengan Zakat di UIN Semarang

      Baznas menggelar Konferensi Zakat Indonesia ke-6 atau The 6th ICONZ di Auditorium UIN Walisongo, Kota Semarang, Jateng.

      UMK Kudus 2023 bakal Naik 6,5%, Jadi Rp2,5 Juta

      Bupati Kudus, HM Hartopo, memberikan sinyal kenaikan UMK Kudus pada 2023 kemungkinan mencapai 6,5% atau menjadi Rp2,5 jutaan.

      Tidak Hanya Arsenik, Anak Bunuh Keluarga di Magelang Juga Pakai Racun Lain

      Pelaku pembunuhan satu keluarga di Magelang ternyata menggunakan dua jenis racun untuk menghabisi para korban.

      UMP Jateng 2023 Naik 8,01%, UMK Pekalongan Masih Misteri

      Pemkot Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng), hingga kini belum merumuskan besaran UMK 2023 yang akan diusulkan ke Gubernur Jateng.

      Polisi Dalami Motif Lain Anak Bunuh Keluarga di Magelang dengan Racun

      Polisi mendalami motif lain di balik aksi kejam DD, anak yang bunuh keluarga sendiri di Magelang, Jawa Tengah (Jateng), dengan racun.

      Pj Wali Kota Salatiga Minta Ajarkan Guru Berinovasi, Bukan Digurui Pengabdian

      Guru diajarkan berinovasi bukan digurui tentang pengabdian, karena guru adalah pengabdi yang tidak kenal pamrih.

      Bupati Blora Ajak Korpri Terus Berinovasi Melayani Masyarakat Setulus Hati

      Dalam upacara peringatan HUT ke-51 Korpri tingkat Kabupaten Blora, Selasa (29/11/2022), Bupati Arief Rohman bertindak sebagai inspektur.

      Perhatian! UMK Kota Semarang 2023 Diusulkan Naik 7,95%, Jadi Segini Besarannya

      Berikut perkiraan UMK Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) tahun 2023 jika besaran kenaikan mencapai 7,95 persen.