Geger Dana di ACT, Manajemen Pangkas Gaji Pimpinan

Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengaku telah memangkas besaran gaji serta operasional bagi para petingginya.

 Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar (kanan) dalam konferensi pers di Kantor ACT Jakarta, Senin (4/7/2022). (ANTARA/Asep Firmansyah)

SOLOPOS.COM - Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar (kanan) dalam konferensi pers di Kantor ACT Jakarta, Senin (4/7/2022). (ANTARA/Asep Firmansyah)

Solopos.com, JAKARTA — Organisasi filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengaku telah memangkas besaran gaji serta operasional bagi para petingginya dalam upaya pembenahan dan restrukturisasi organisasi sejak Januari 2022.

Sebelumnya dalam laporan investigasi Tempo, ditemukan dugaan penyelewengan dana umat yang dilakukan oleh ACT.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

Besaran gaji pimpinan ACT menjadi salah satu tajuk yang membuat masyarakat mempertanyakan kredibilitas organisasi tersebut.

“Sejak 11 Januari 2022, tercipta kesadaran kolektif untuk memperbaiki kondisi lembaga dengan masukan dari seluruh cabang. Kami melakukan evaluasi secara mendasar,” ujar Presiden ACT Ibnu Khajar dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (4/7/2022).

Baca Juga: Pemprov DKI Evaluasi Kerja Sama dengan ACT, Bakal Diputus?

Dalam laporan itu menyebutkan bahwa Ketua Dewan Pembina ACT disebut-sebut menerima gaji sekitar Rp250 juta per bulan.

Sedangkan pejabat di bawahnya seperti Senior Vice Presiden menerima sekitar Rp150 juta, Vice Presiden Rp80 juta, direktur eksekutif Rp50 juta, dan direktur Rp30 juta per bulannya.

Ibnu menampik besaran gaji pimpinan ACT tersebut dan tak tahu-menahu mengenai besaran yang diungkap media itu.

Baca Juga: Digugat Hukum, Ini Sejumlah Kasus Investasi Yusuf Mansur

Tapi, ia enggan membuka berapa besaran asli yang diterima para petinggi ACT.

Namun, kata dia, terjadi pemotongan gaji bagi para petinggi mulai 50-70 persen dari besaran gaji sebelumnya sejak pergantian pimpinan pada 11 Januari 2022.

Sementara perihal penggunaan dana umat untuk operasional ACT, Ibnu mengklaim organisasinya mencomot 13,7 persen dari dana yang berhasil dihimpun.

Baca Juga: Dicap Halu, Yusuf Mansur: Saya Sedang Mengajari Bangsa Ini Bermimpi

Karena, kata dia, berdasarkan syariat lembaga zakat memperbolehkan mengambil seperdelapan atau 12,5 persennya untuk operasional.

“Lantas mengapa mengambil 13,7 persen? Karena yang kami kelola bukan lembaga zakat, apalagi yang dikelola adalah dari donasi umum ada dari masyarakat, CSR, sedekah dan ada kerja sama dengan amal zakat,” kata dia.

Menurut dia, tingginya alokasi dana operasional itu untuk menutupi distribusi program. Sebab, ACT memiliki 78 cabang dan perwakilan di lebih dari 47 negara.

Baca Juga: Yusuf Mansur Jual Rumah, Orang Dekat: Ustaz Tidak Bangkrut!

Kendati demikian, ia mencoba meyakinkan masyarakat bahwa ACT telah berbenah yang ditandai pergantian pimpinan.

“Pasca-pergantian pimpinan maka saya mewakili ACT menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Kami tidak menutup mata ada permasalahan di dalam lembaga,” kata dia.

Sumber: antara

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Pengacara Keluarga Usulkan Brigadir J Jadi Pahlawan Kepolisian

      Ferdy Sambo berpotensi sampai ke puncak karier sebagai orang nomor satu di Polri seperti halnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

      Guru TK Meninggal di Kamar Mandi, Diduga Dibunuh

      Jenazah guru TK itu ditemukan di kamar mandi rumahnya oleh ibu kandungnya.

      Rumdin Ferdy Sambo Diusulkan Jadi Museum Pengingat Kejahatan

      Ferdy Sambo berpotensi sampai ke puncak karier sebagai orang nomor satu di Polri seperti halnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

      Timsus Kapolri Sempat Stagnan, Terbantu Berkat Pengakuan Bharada E

      Ferdy Sambo berpotensi sampai ke puncak karier sebagai orang nomor satu di Polri seperti halnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

      Jejak Berdarah Duren Tiga Akhiri Karier Moncer Ferdy Sambo

      Ferdy Sambo berpotensi sampai ke puncak karier sebagai orang nomor satu di Polri seperti halnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

      Kasus Ferdy Sambo Disorot Media Malaysia, Singapura dan Australia

      Media dari Singapura, Malaysia dan Australia mengulas berita penetapan Ferdy Sambo sebagai tersangka pembunuhan berencana terhadap anak buahnya, Brigadir J.

      Jaksa Yakin Hakim Bakal Hukum Motivator Julianto Eka Putra

      Terdakwa Julianto Eka Putra telah dituntut 15 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU).

      Pengacara Sebut Asmara Polwan dan Ferdy Sambo, Benarkah Rita Yuliana?

      Pada pertengahan Juli lalu nama AKP Rita Yuliana viral di media sosial karena dikaitkan dengan kasus tewasnya Brigadir J.

      Bharada E: Jika Tidak Menembak, Saya yang Ditembak

      Jika tidak menembak, Bharada E yakin dirinya yang akan ditembak hingga mati.

      Ekosistem Teknologi Kemendikbudristek Wujudkan Transformasi Pendidikan

      Saat ini ada sejumlah platform yang sudah ada pada ekosistem teknologi pendidikan Kemendikbudristek Indonesia.

      Pembunuhan Brigadir J karena Kisah Asmara Ferdy Sambo Terbongkar?

      Ferdy Sambo diduga terlibat kisah asmara dengan seorang polwan sehingga memicu perselisihan dengan istrinya, Putri Candrawathi. 

      Pilpres 2024, Ganjar akan Kalah Jika Tak Diusung PDIP

      Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo belum mendapat restu untuk maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

      Daerah Ini Warganya Sering Bersepeda Motor Tanpa Helm

      Direktur Lalu lintas Polda Papua Barat, Kombes Pol. Raydian Kokrosono, Rabu (10/8/2022), mengatakan sejak Juli 2022 hingga 8 Agustus 2022 polisi menilang 208 pengendara tidak menggunakan helm.

      Pengacara: Brigadir J Dihabisi karena Bocorkan Rahasia Ferdy Sambo

      Salah satu pengacara, Kamaruddin Simanjuntak menyatakan Brigadir J dihabisi karena memegang rahasia Ferdy Sambo dan sempat membocorkannya.

      TKP Kasus Kematian Brigadir J Bertambah 1, Rumah Pribadi Ferdy Sambo

      Ketiga TKP tersebut merupakan rumah mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo.