Gegara Kalah Pilkades, Calon Kades Petahana di Jember Blokade Jalan

Gegara kalah dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) Plerean, Kecamatan Sumberjambe, Jember, calon kepala desa petahana memblokade beberapa jalan.

Newswire - Solopos.com
Senin, 29 November 2021 - 23:29 WIB

SOLOPOS.COM - Akses jalan ke rumah warga atau pesantren di Jember ditutup oleh cakades petahana diduga gegara kalah Pilkades. (Suara.com/SuaraJatim.id)

Solopos.com, JEMBER — Gegara kalah dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) Plerean, Kecamatan Sumberjambe, Jember, calon kepala desa petahana, Sudahyo memblokade atau menutup beberapa jalan.

Diketahui, ada beberapa titik jalan yang diblokade oleh cakades petahana yang kalah tersebut, Sabtu (27/11/2021). Diantaranya, di Dusun Krajan, termasuk arah Pondok Pesantren Asmoro Qondi yang terletak di Dusun Ragang, Desa Plerean.

“Kalau yang menutup, mantan kepala desa di sini [Sudahyo]. Alasannya satu, kemungkinan besar dia tidak terima kalah dan malu. Kalau sudah begini [blokir jalan] ya malu-maluin, kalah lagi,” kata Pengasuh Ponpes Asmoro Qondi, Abdurrahman, Senin (29/11/2021).

Baca juga: Seorang Warga Meninggal Tertimbun di Tambang Milik Kades Banyuwangi

Menanggapi aksi penutupan jalan itu, Abdurrahman santai-santai saja melihat kejadian itu. “Jadi kalau saya pribadi, biasa-biasa saja. Tapi dari sisi agama, saya tidak terima. Mau bagaimanapun, ya monggo kalau demi agama,” ujarnya.

Adanya penutupan jalan ke rumahnya oleh cakades yang kalah di Pilkades Jember, terpaksa dia harus melewati jalan setapak di persawahan, yang tidak bisa dilalui oleh sepeda motor.

“Orang yang mencari rumput, termasuk pasien saya dan masyarakat lainnya, merasa kebingungan, karena jalannya ditutup,” jelasnya.

Baca juga: Peringati Hari Menanam Pohon, 25.000 Bibit Ditanam di Hutan Madiun

Kekalahan sang cakades petahana di Pilkades Plerean Jember  diyakini akibat masyarakat mulai jengah. “Mungkin inginnya dia tiga periode, tapi berhubung dinilai masyarakat ahlaknya tidak benar,” kesalnya dikutip dari Suara.com.

Bahkan saat pilkades, tidak ada satupun suara yang diperoleh cakades petahana. “Kalau pas waktu itu, iya tidak ada yang nyoblos dia, atau tidak ada suaranya,” bebernya.

Terpisah, Sudahyo menampik tuduhan penutupan jalan yang dilakukan oleh dirinya. “Nggak, gak ada,” ucapnya. Saat kembali ditanyai tentang penutupan itu, kembali mantan kades tersebut juga mengelak. “Enggak, gak ada,” kata Sudahyo.

 

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif