Gegara Beri Manusia Silver Rp1.000, 3 Warga Sleman Didenda Rp50.000

Tiga warga Sleman itu tertangkap basah oleh Satpol PP DIY memberikan uang kepada manusia silver di simpang tiga jalan raya Solo-Jogja.

 Tiga warga Sleman, DIY, menjalani sidang karena memberi uang kepada manusia silver. (Istimewa/Satpol PP DIY)

SOLOPOS.COM - Tiga warga Sleman, DIY, menjalani sidang karena memberi uang kepada manusia silver. (Istimewa/Satpol PP DIY)

Solopos.com, SLEMAN — Berbuat baik namun tak tepat caranya bisa berbuah petaka. Seperti halnya yang menimpa tiga warga Sleman, DIY ini. Mereka terpaksa harus menjalani persidangan hanya karena memberi uang kepada manusia silver yang meminta-minta.

Ketiga warga Bumi Sembada itu masing-masing adalah WSH dan MSH asal Kapanewon Kalasan. Serta satu lagi merupakan S seorang warga Kapanewon Prambanan. Mereka dijatuhi denda Rp50.000.

Seperti dikutip dari Suara.com, Proses hukum itu terjadi setelah ketiga warga itu tertangkap Satpol PP DIY saat kedapatan memberi uang manusia silver.

Kabid Penegakan Perundang-undangan Satpol PP DIY, Nur Hidayat, mengatakan penindakan itu bagian dari penegakan Perda No 1/2014 tentang Penanganan Gelandangan dan Pengemis. Ia menjelaskan Pasal 22 ayat (1) perda tersebut tertulis bahwa setiap orang/lembaga/badan hukum dilarang memberi uang/barang kepada gelandangan pengemis di tempat umum.

Baca Juga: Diundang Pemkot Jogja Terkait Relokasi, PKL Malioboro Merasa Dijebak

“Tiga orang itu masing-masing memberi uang ke manusia silver, satu orang ngasih Rp1.000. Sudah diamankan Rabu [24/21/2021] kemarin,” kata Nur, Sabtu (27/11/2021).

Disebutkan Nur, bahwa ketiga orang itu terjaring dalam operasi yustisi di simpang tiga jalan raya Solo-Jogja di Maguwoharjo, Sleman.

“Sudah disidang kemarin di Pengadilan Negeri Sleman. Putusan hakim setiap orang didenda Rp50.000,” terangnya.

Nur menuturkan jika melihat pada Pasal 24 ayat (5) di sana disebutkan bagi setiap orang yang melanggar Pasal 22 bakal dikenai ancaman hukum. Mulai dari pidana kurungan paling lama 10 hari dan/atau denda paling banyak Rp1 juta.

Baca Juga: Syiar Islam, 489 Peserta Ikuti MTQ 2021 Kota Jogja

Menurutnya penindakan ini sebagai peringatan kepada masyarakat untuk lebih memahami aturan yang sudah tertuang dalam perda tersebut. Terlebih dengan tidak secara sembarangan atau bebas memberikan uang atau apapun kepada pengemis serta gelandangan.

“Jadi terlepas nantinya ada pemberian pidana denda yang tidak terlalu tinggi dan sebagainya, tapi yang pasti ini sudah merupakan progres bagi Satpol PP DIY,” ucapnya.

Penegakan perda tersebut menjadi kali yang pertama dilakukan di wilayah DIY. Walaupun lebih dari itu harus ada solusi bersama menanggapi maraknya pengemis dan gelandangan tersebut.

“Iya ini jadi yang pertama dalam pengenaan pidana denda bagi pemberi uang kepada gelandangan atau pengemis,” sambungnya.

Ia memastikan operasi yustisi masih akan terus dilakukan hingga akhir tahun ini.

“Ya karena bagaimanapun maraknya pengemis dan gelandangan di DIY ini harus dicari solusi bersama,” tandasnya.

Berita Terkait

Espos Plus

Drone Makin Dibutuhkan, Pengembangan Teknologi Pesat

+ PLUS Drone Makin Dibutuhkan, Pengembangan Teknologi Pesat

Teknologi drone berkembang pesat. Kegunaan drone makin beragam di banyak sektor. Perusahaan-perusahaan drone mengembangkan pasar berbasis kebutuhan dan manfaat.

Berita Terkini

Pemkot Jogja Minta Warga Laporkan Parkir Nuthuk, Ini Reaksi Netizen

Pemkot Jogja dianggap tidak serius dalam menanggani permasalahan parkir nuthuk atau menerapkan tarif di luar kewajaran yang kembali viral di media sosial (medsos).

Geger! Mayat Bayi Terbungkus Plastik Hitam Ditemukan di Selokan Mataram

Warga Dusun Glondong, Kalurahan Tirtomartani, Kapanewon Kalasan, Sleman, digegerkan dengan penemuan mayat bayi yang terbungkus plastik berwarna hitam.

Hujan Deras Berjam-jam di Bantul, Pohon Roboh dan Tanggul Jebol

Belasan pohon di wilayah Bantul tumbang setelah diguyur hujan berjam-jam pada Rabu (19/1/2022).

Tren Covid-19 Mulai Naik Lagi, Sleman Tambah 7 Kasus

Terjadi penambahan tujuh kasus baru COvid-19 di Sleman. Selain itu masih ada dua kalurahan yang masuk zona merah.

Viral Tarif Parkir di Kota Jogja Nuthuk, Ini Pengakuan Pengelola Parkir

Tarif parkir bus wisata di Kota Jogja dianggap tidak wajar alias nuthuk viral di media sosial (medsos) setelah dikeluhkan seorang wisatawan.

Hujan Deras, 2 Rumah Warga Sleman Kebanjiran Luapan Sungai Perengan

Hujan deras yang mengguyur Sleman menyebabkan air Sungai Perengan meluap. Akibatnya, dua rumah warga kebanjiran.

Kredit Fiktif, Pincab Transvision Jogja Divonis 10 Tahun Penjara

Pimpinan Cabang Transvision Jogja, Klau Victor Apryanto, dijatuhi hukuman 10 tahun penjara atas kasus kredit fiktif di Bank Jogja yang menjeratnya.

Tarif Parkir Nuthuk Rp350.000 di Jogja, Polisi: Hasil Mark Up Kru Bus

Aparat Polresta Jogja mengklaim telah mengungkap kasus tarif parkir nuthuk bus wisata di Kota Jogja yang baru-baru ini viral di media sosial (medsos).

+ PLUS Penataan Malioboro dan PKL di Ruang Sarat Konflik Kepentingan

Penataan Malioboro dan rencana pemindahan para pedagan kaki lima adalah wujud konflik kepentingan di ruang besar Malioboro pada era kiwari. Sejarah Malioboro adalah sejarah tentang konflik kepentingan.

Viral Parkir Nuthuk Rp350.000, Ini Daftar Tarif Resmi Parkir di Jogja

Penerapan tarif parkir di atas kewajaran atau nuthuk kembali terjadi di Kota Jogja.

Cek! Bantul Mulai Terapkan Harga Baru Minyak Goreng Rp14.000 per Liter

Pemkab Bantul mengecek toko berjejaring sudah menerapkan harga baru minyak goreng Rp14.000 per liter, tetapi pedagang pasar tradisional malah belum.

Waduh! Parkir 1,5 Jam, Wisatawan di Jogja Disuruh Bayar Rp350.000

Aksi parkir nuthuk atau menerapkan tarif di atas rata-rata kembali terjadi di kawasan wisata Kota Jogja.

Pekan Ini, Vaksin Booster di Jogja Mulai Sasar Guru dan ASN

Mulai Jumat pekan ini, Pemkot Jogja mulai menyasar para ASN dan guru untuk disuntik vaksin booster.

Waspada! Kasus DBD di Kulonprogo Diprediksi Melonjak, Ini Penyebabnya

Kasus demam berdarah dengue atau DBD di Kabupaten Kulonprogo diprediksi mengalami lonjakan pada tahun 2022 ini.

Program Kotaku Sulap Bantaran Sungai di Giwangan Jogja Semakin Menawan

Warga Kampung Ngaglik, Giwangan, Umbulharjo, Kota Jogja berhasil melalui Program Kota Tanpa Kumuh menyulap bantaran sungai yang awalnya kumuh kini layak jadi objek wisata.