Gegara 1 Huruf Hilang, Pasar Gotong Royong Tuai Komentar

Pasar Gotong Royong itu menjadi perhatian para netizen dikarenakan huruf pada tugu nama pasar tersebut ada yang hilang sehingga mengubah makna kata tersebut.

 Ungahan foto Pasar Gotong Royong yang menjadi menuai komentar netizen (Instagram/@jelajah.magelang)

SOLOPOS.COM - Ungahan foto Pasar Gotong Royong yang menjadi menuai komentar netizen (Instagram/@jelajah.magelang)

Solopos.com, MAGELANG — Pasar Gotong Royong merupakan salah satu pasar tradisional di Kota Magelang yang menjual berbagai produk kebutuhan pokok dan sembako, seperti beras, tepung terigu, garam, gula, sayur mayur, bawang, cabai, ikan, ayam dan lainnya.

Pasar ini banyak dikunjungi masyarakat Kota Magelang karena harganya cenderung lebih murah, sebagaimana fungsi pasar pada umumnya. Di pasar ini, pembeli dan penjual bisa saling tawar menawar harga sampai mendapat kesepakatan harga yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Namun dalam unggahan foto di laman Instagram @jelajah.magelang, Selasa (3/8/2021), foto yang menunjukan Pasar Gotong Royong itu menjadi perhatian para netizen dikarenakan huruf pada tugu nama pasar tersebut ada yang hilang sehingga mengubah makna kata tersebut. Huruf yang hilang itu adalah huruf ‘G’ pada kata ‘Gotong’ sehingga dibaca menjadi ‘otong’ yang memiliki makna tabu.

Baca Juga : Mbah Mad, Sosok Rohaniwan Karismatik Para Politisi Indonesia

Tulisan pemilik akun juga menggiring pikiran netizen terkait huruf yang hilang pada nama pasar tersebut. “Budal neng pasar lur.. eh tp.koyo ono sing aneh” (Berangkat ke pasar saudara-saudara, eh tapi ada yang aneh)

Karena tulisan pada kolom keterangan ditulis oleh admin pemilik akun demikian, sehingga akhinya menarik perhatian netizen untuk berkomentar. Saat berita ini ditulis, foto ini sudah diunggah selama 4 jam pada haru Senin (2/8/2021) dan berhasisl menuai komentar

Salah satunya dari akun dengan nama @deniassusanto yang mengungkapkan kalau hurf ‘G’ pertama pada kata ‘Gotong’ itu akan mengubah makna arti kata tersebut. Komentar netizen itersebut di antaranya:

Baca Juga : Nakes Magelang Terima Bantuan 1,05 Ton Telur

“buahaha ilang ‘G’ ne bedo maknane” (buahahaha hilang ‘G’ nya jadi beda makna kata), tulis @deniasussanto

Kemudian ada akun dari @yusuf_arb yang menulis “Si otong mau kemana?”

Lalu ada dari @fitri_azzuhry yang menulis “Dino senin ben ora sepaneng haha” (hari senin, biar tidak tegang)

Berdasarkan penelusuran Solopos.com ke berbagai sumber, ‘Otong’ sebenarnya adalah panggilan untuk anak laki-laki dalam masyarakat Sunda, sama seperti dalam masyarakat Jawa yang memanggil nama anak laki-laki dengan sebutan ‘tole’.

Panggilan ini memang memiliki keterkaitan dengan alat kelamin pada pria sehingga terdengar cukup tabu jika disebutkan. Maka dari itu, tidak heran jika unggahan foto pada laman Instagram tersebut langsung menuai komentar netizen, meskipun gambar yang diunggah adalah sebuah pasar tradisional di Kota Magelang.

Berita Terkait

Espos Premium

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Pemerataan akses listrik di Indonesia bisa banyak terbantu dengan teknologi panel surya. Teknologi ini ramah lingkungan dan bisa dibangun di banyak tempat dan banyak pulau di Indonesia.

Berita Terkini

KLHK Pantau Keberadaan Macan Tutul di Pegunungan Lasem Rembang

Selain dugaan keberadaan macan tutul, ada pula hewan terancam punah lainnya di Pengunungan Lasem Rembang.

Pemkab Grobogan Fasilitasi Swab Antigen Peserta Tes CPNS

Link pendaftaran swab antigen bagi peserta tes CPNS sudah diunggal melalui akun Instagram BKPPD Grobogan.

Fix! Dokter Cabul di Semarang yang Campurkan Sperma ke Makanan Istri Teman Idap Kelainan Jiwa

Dokter berinisial DP, 31, yang menjadi tersangka kasus asusila karena mencampurkan sperma ke makanan istri temannya di Semarang dinyatakan mengidap kelainan jiwa.

Bioskop di Kudus Dibuka Kembali, Ini Syarat Bagi Penonton

Berada pada PPKM level 2, Kabupaten Kudus mengizinken bioskop buka dengan protokol kesehatan ketat bagi penonton.

1.681 Ibu Hamil di Kendal Sudah Ikut Vaksinasi Covid-19

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kendal, Wynee Frederica meminta ibu hamil yang ada di wilayahnya untuk tidak takut vaksinasi.

Silaturahmi ke Kediaman Habib Luthfi Pekalongan, Airlangga: Beliau Orang Tua Kita

Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Airlangga Hartarto sowan ke kediaman Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya atau Habib Luthfi.

Bikin Penasaran! Wisata Curug Sirawe Batang Tawarkan Pesona Aliran Air Panas dan Dingin Terjun Bersama

Wisata Curug Sirawer Batang memiliki keunikan yakni curug air panas yang bersuhu tinggi dan satu curug bersuhu sangat dingin mengucur bersamaan.

Sudah Punya 20, Kota Semarang Bakal Ketambahan 4 Rumah Sakit Anyar, Mana Saja?

Akan ada empat rumah sakit (RS) baru di Kota Semarang. Dengan tambahan rumah sakit ini diharapkan bisa mengakomodasi pasien Covid-19 yang banyak.

Istana Konglomerat Pertama Asia Tenggara di Semarang Kini Jadi Perkantoran, Ini Lokasinya!

Dahulu memiliki luas hingga 81 ha, istana konglomerat Asia Tenggara di Semarang kini berubah jadi perkantoran. Kira-kira di mana lokasinya?

Ganjar Sebut Jateng Segera Bentuk Brinda, Ini Fungsinya

Usulan pembentukan Brinda ini bahkan sudah masuk dalam pembahasan antara Pemprov Jateng dengan DPRD Jateng dalam rapat paripurna.

Hubungan Tak Direstui, Pemuda di Grobogan Nekat Gantung Diri

Cerita keluarga hubungan korban tidak direstui orang tua kekasihnya diduga itu yang membuat pemuda di Grobogan gantung diri.

JoMan Usung Ganjar Jadi Capres, Ini Reaksi Gubernur Jateng

Selama ini, Ganjar memang terkesan acuh setiap ditanya perihal dukungan sejumlah kelompok terkait pencalonannya sebagai presiden pada Pilpres 2024.

Innalillahi, 99 Anak Salatiga Kehilangan Orang Tua Gegara Covid-19

Catatan Pemkot Salatiga, sejak awal pandemi hingga Agustus 2021, sudah ada 99 anak di Salatiga yang kehilangan orang tuanya karena terpapar Covid-19.

Tim Basket Satya Wacana Saints Salatiga Umumkan Pergantian Pelatih

Mantan kapten tim SWSS musim 2010-2011 yaitu Jerry Lolowang terpilih sebagai pengganti Efri Meldi.

Rekonstruksi Pembunuhan Taruna PIP Semarang Digelar, Polisi Temukan Fakta Baru

Polisi menggelar reka ulang penganiayaan taruna PIP Semarang oleh senior yang berujung kematian. Ada sejumlah fakta baru yang terungkap.