Kondisi Gedung Pertemuan Buntalan, Klaten Tengah, Klaten, Kamis (9/1/2020). (Solopos-Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mengalokasikan anggaran senilai Rp42,02 miliar guna melanjutkan pembangunan gedung pertemuan di Kelurahan Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah

Gedung pertemuan berkapasitas 2.500 orang itu diyakini akan menjadi gedung pertemuan terbesar di Kabupaten Bersinar.

Berdasarkan data yang dihimpun solopos.com, Pemkab Klaten telah merampungkan pembangunan tahap I Gedung Pertemuan Buntalan di tahun 2019.

Pembangunan konstruksi di tahap pertama menelan anggaran senilai Rp15,4 miliar. Bertindak selaku pelaksana proyek yakni PT Putra Jaya Andalan. Waktu pengerjaan selama 150 hari kalender, 1 Juli 2019-6 Desember 2019.

Gedung Pertemuan Buntalan dibangun di lahan seluas lima hektare. Lahan tersebut milik Pemkab Klaten. Selain memiliki kapasitas 2.500 orang, Gedung Pertemuan Buntalan dilengkapi bangunan joglo di sebelah bangunan induk. Selain itu ada lahan parkir di kompleks gedung yang dinilai luas.

“Pembangunan Gedung Pertemuan Buntalan dilanjutkan ke tahap II di tahun ini juga. Anggaran yang disediakan senilai Rp42,02 miliar,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperwaskim) Klaten, Pramana Agus Wijanarka, Kamis (9/1/2020).

Pembangunan kedua ini melanjutkan pembangunan konstruksi hingga finishing.

"Setelah itu dilihat lagi, tambah kurang selalu ada. Termasuk pembangunan gapura, masjid, pagar, katering, dan fasilitas pelengkap lainnya. Di tahun 2020, pembangunan gedung utama diharapkan sudah selesai," beber dia.

Pramana mengatakan pembangunan Gedung Pertemuan Buntalan didasari belum adanya gedung pertemuan tingkat nasional di Klaten. Selama ini, pertemuan skala besar di Klaten sering diselenggarakan di gedung Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) Klaten yang memiliki daya tampung 1.000-an orang.

“Selain gedung pertemuan, gedung di Buntalan nanti dapat disewa warga menggelar acara hajatan dan kepentingan lainnya. Klaten memang butuh gedung ini. Jika mengandalkan gedung RSPD, saya rasa juga kurang. Apalagi, para penyewa di gedung RSPD juga banyak. Terkadang, booking tempat bisa satu tahun sebelumnya,” katanya.

Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Klaten, Wahyudi Martono, mengatakan gedung RSPD Klaten mampu menghasilkan pendapatan senilai Rp387,4 juta di tahun 2019. Target pendapatan gedung RSPD Klaten di tahun yang sama senilai Rp326 juta.

“Jika Pemkab Klaten ingin membangun tempat pertemuan, prospeknya memang luar biasa,” katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten