Gedung Putih Dikepung Demonstrasi, Donald Trump Ancam Kerahkan Militer
Aksi demonstrasi di luar Gedung Putih, Washington DC, AS, Senin (1/6/2020), memprotes kematian George Floyd. (VOA)

Solopos.com, WASHINGTON DC -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Senin (1/6/2020) malam, berjanji akan mengakhiri kerusuhan dan demonstrasi di negara itu, termasuk Gedung Putih. Demonstrasi di berbagai kota akibat kematian George Floyd terus terjadi karena warga tak puas dengan respons pemerintah.

Trump menuding aksi demonstrasi termasuk di luar Gedung Putih sebagai "aksi teror domestik" yang kasar. Dia pun mengatakan kerusuhan dan pelanggaran hukum yang telah menyebar ke seluruh AS.

Alih-Alih New Normal, Kasus Positif Covid-19 di Salatiga Tambah Lagi

"Kami akan memobilisasi semua sumber daya federal, sipil dan militer. Untuk menghentikan kerusuhan dan penjarahan, mengakhiri pengrusakan dan pembakaran, dan melindungi hak-hak orang Amerika yang taat hukum. Termasuk hak Amandemen Kedua kalian," kata Trump dilansir Voice of America.

Aksi demonstrasi itu awalnya berlangsung damai di luar Gedung Putih. Tapi tepat sebelum Trump berbicara, wartawan yang menunggu sambutannya di halaman Gedung Putih mendengar ledakan keras.

Ratusan Kasus, Klaster-Klaster Baru Covid-19 Bermunculan di Semarang

Suara itu berasal dari tembakan gas air mata di sekitar Taman Lafayette, tempat polisi anti huru-hara mendorong para demonstran. Peluru karet juga ditembakkan, dan polisi berkuda dikerahkan untuk membersihkan daerah itu.

Jam Malam

Aksi itu dilakukan kurang dari setengah jam sebelum pukul 19.00, saat jam malam mulai berlaku untuk Washington. Pembersihan itu tidak bisa menghalau bau gas air mata di sekitar Gereja St John--satu blok di utara Gedung Putih -- tempat demonstrasi berlangsung.

Unicef Peringatkan Risiko Pembukaan Sekolah Era New Normal Indonesia

Sebelumnya, di tempat yang sama Trump berjalan hanya beberapa menit setelah jam malam berlaku. Gereja Episkopal yang bersejarah itu mengalami kerusakan kecil pada Minggu (31/5/2020) malam ketika kebakaran kecil terjadi di ruang bawah tanah.

Di depan gereja yang ditutupi triplek itu, Trump menunjukkan Alkitab, menyebut Amerika sebagai "negara terhebat di dunia". Dia mengatakan, "kita akan menjaganya tetap aman", kemudian berjalan kembali ke Gedung Putih yang dijaga ketat dari demonstrasi.

Bank Dunia Prediksi Ada 9,6 Juta Orang Miskin Baru di Indonesia

Sumber: VOA Indonesia


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho