Gedung Pertemuan Sukoharjo Senilai Rp52 Miliar Mulai Digarap
Gedung Budi Sasono Kabupaten Sukoharjo mulai dibongkar setelah proses lelang penghapusan aset dilakukan Pemkab Sukoharjo. (Solopos/Indah Septiyaning W.)

Solopos.com, SUKOHARJO - Gedung Budi Sasono mulai dirobohkan seiring bakal dikerjakannya pembangunan mega proyek Gedung Pertemuan Sukoharjo dengan menelan anggaran Rp52 miliar. Proyek tersebut dibangun dengan menggabungkan bekas Gedung Budi Sasono, bangunan DPRD lama dan Bank Pasar.

Kepala Bidang (Kabid) Aset Badan Keuangan Daerah (BKD) Sukoharjo Sujarwo mengatakan proses lelang penghapusan aset bangunan gedung Budi Sasono dan DPRD telah selesai. Dengan nilai lelang aset bangunan Budi Sasono senilai Rp180 juta, dan bekas gedung DPRD Rp700 juta.

"Lelang kedua bangunan itu sudah selesai dan Gedung Budi Sasono yang pertama dirobohkan. Kemudian akan dilanjutkan ke bekas gedung Dewan di sebelahnya," kata dia, Jumat (14/2/2020).

Proses pembongkaran bangunan Gedung Budi Sasono ditarget selesai pada akhir bulan ini. Pembongkaran bangunan tersebut sudah dimulai sejak 11 Februari 2020 lalu dengan membongkar bagian atap serta jendela dan pintu gedung.

Selanjutnya akan dilakukan perobohan bangunan. Disusul perobohan bangunan bekas Gedung Dewan dan Bank Pasar. "Bank Pasar akan dirobohkan paling akhir. Sekarang ini baru dua gedung terlebih dahulu yang dirobohkan," katanya.

Peneliti Temukan 21 Spesies Burung Baru

Ditanya ihwal nasib Bank Pasar dan lapak Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera), dia mengatakan hingga kini belum ditentukan. Sesuai rencana Bank Pasar dipindahkan ke bekas kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Sukoharjo.

Sebab kantor DPKP akan menempati Gedung Terpadu Setda bersama 15 organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya. "Kita tinggal menunggu proses pemindahan inventaris DPKP ke Gedung Terpadu Setda," katanya.

Cuaca Ekstrem, Duel Norwich Vs Liverpool Terancam Batal Digelar

Merujuk detail engineering design (DED), gedung pertemuan akan dibangun terbuka untuk umum di lahan seluas 11.169 meter persegi, dimana luas bangunannya 6.550 meter persegi. Pembangunan gedung pertemuan tersebut di anggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 dengan total anggaran Rp 52 miliar. Pembangunan gedung pertemuan mendesak direalisasikan mengingat gedung yang saat ini ada belum memenuhi kapasitas. Apalagi ruang terbuka hijau juga masih kurang.

"Dari segi studi kelayakan sudah kami petakan. Gedung-gedung pertemuan yang ada seperti gedung Budi Sasono dan PGRI belum mampu memenuhi kapasitas dalam jumlah banyak. Dan parkir juga harus keluar dan memakan badan jalan," kata Kabid Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah (IRW) Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan Daerah (Bapelbangda) Sukoharjo Agus Purwantoro.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom