Geber-Geber Motor Saat Karnaval, Belasan Remaja Digiring ke Mapolsek Klaten
Polisi menggiring remaja peserta karnaval seusai melintasi panggung kehormatan di depan rumah dinas bupati, Jl. Pemuda, Klaten, Senin (19/8/2019) siang. (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN – Belasan remaja digiring ke Mapolsek Klaten Kota seusai mengikuti karnaval pembangunan, Senin (19/8/2019) siang. Gara-garanya, anak-anak usia SMA itu sempat membuat kebisingan dengan menggeber-geber sepeda motor di tengah karnaval.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, ada 16 remaja yang digiring ke Mapolsek Klaten Kota. Mereka merupakan rombongan salah satu kontingen peserta karnaval dalam rangkat HUT ke-74 Kemerdekaan RI di sepanjang Jl. Pemuda, Klaten.

Mereka mengendarai sepeda motor jenis trail. Selama karnaval, anak-anak itu menggeber-geber sepeda motor seperti yang dilakukan di depan Makodim 0723/Klaten.

Saat kontingen remaja itu mendekati panggung kehormatan di depan rumah dinas bupati, polisi menghampiri para remaja tersebut dan meminta mereka mematikan sepeda motor. Sejumlah anak sempat memprotes aksi polisi itu.

Polisi kemudian menyita kunci sepeda motor anak-anak tersebut agar mereka tak membuat kebisingan dengan suara knalpot sepeda motor mereka. Dikawal polisi, belasan anak itu lantas menuntun sepeda motor mereka hingga melewati depan panggung kehormatan di rumah dinas bupati.

Seusai melintasi panggung, polisi menggiring mereka menuju Mapolsek Klaten Kota yang tak jauh dari panggung kehormatan.

Kabagops Polres Klaten, AKP Didik Sulaiman, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi, mengatakan belasan anak itu dibawa ke mapolsek untuk pembinaan. Mereka ikut karnaval setelah diajak salah satu kontingen untuk meramaikan karnaval sepulang sekolah.

Dari hasil penggeledahan, tak ditemukan senjata tajam serta minuman keras (miras). Didik menjelaskan aksi menggeber-geber motor dalam rangkaian karnaval itu tak tepat.

Anak-anak itu diminta mengisi kemerdekaan dengan menunjukkan prestasi mereka ketimbang melakukan aksi yang justru mengganggu orang lain.

“Kami berikan arahan agar kedepan dapat menyajikan yang terbaik dalam mengisi kemerdekaan. Setelah kami berikan pembinaan, anak-anak itu kami kembalikan ke pimpinan rombongan dan meminta mereka langsung kembali ke rumah masing-masing,” ungkap Didik saat dihubungi Solopos.com, Senin.

Avatar
Editor:
Suharsih


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom