Gawat! Lonjakan Kasus Positif Corona di Klaten Melampaui Kudus

Jumlah kasus Corona aktif di Klaten saat ini dinilai melebihi lonjakn kasus yang sempat terjadi di Kudus beberapa waktu lalu.

 Ilustrasi pengaruh pandemi Covid-19 terhadap Indonesia. (Freepik.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pengaruh pandemi Covid-19 terhadap Indonesia. (Freepik.com)

Solopos.com, KLATEN – Jumlah kasus Corona yang masih aktif di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, saat ini dinilai melebihi kasus yang sempat terjadi di Kudus beberapa waktu lalu.

Sejak menerapkan status kontijensi di Klaten hingga saat ini, Polda Jateng telah mengirim 102 OTG ke lokasi isolasi terpusat di Asrama Haji Donohudan, Boyolali.

“Dalam dua hari ini kita evakuasi 102 orang ke asrama haji Donohudan. Hari ini kita kirim 50 dan kemarin 52 orang,” jelas Irwasda Polda Jateng, Kombes Pol Mashudi pada wartawan usai pemberangkatan 50 orang ke asrama haji Donohudan, Sabtu (24/7/2021) siang, seperti dilansir Detik.com.

Baca juga: Mimpi CEO Wardah Salman Subakat Bangun Ekosistem Pendidikan Indonesia

Mashudi menambahkan, status kontijensi penanganan Corona di Klaten diterapkan kasus jumlah kasus yang cukup tinggi. Kebijakan tersebut diikuti dengan kegiatan preemtif, preventif, dan treatment.

“Kegiatan preemtif misalnya penggalangan dan pembagian sembako, preventif dengan sosialisasi dan penyemprotan. Treatmennya masyarakat yang positif dipisahkan dengan yang sehat,” lanjut Mashudi.

Mashudi menambahkan saat ini sejumlah warga di Klaten mulai sadar melakukan isolasi mandiri. Hal ini diharapkan mampu menekan angka penambahan kasus.

Sementara saat ini menurut Mashudi berdasarkan laporan yang ada, kasus Corona aktif di Klaten lebih banyak dibandingkan dengan yang ada di Kabupaten Kudus. “Kudus waktu itu tertinggi kasus aktif hanya 2.800, isolasi mandiri hanya 1.700 an. Di Klaten, Kasus aktif 4.400 dan isolasi mandiri 3.000 an,” lanjut Mashudi.

Baca juga: Malam-Malam Kapolres dan Dandim Klaten Antarkan Bantuan ke Rumah Warga Terdampak Pandemi

Hal itu terjadi karena jumlah penduduk Klaten jauh lebih banyak dan wilayahnya lebih luas daripada Kudus. Saat ini penanganan kasus Covid-19 di Kudus menjadi role model penanganan di Klaten.

“Kita ambil contoh sistem yang dilakukan di Kudus, di Kudus dari 2.800 kasus aktif sekarang hanya 300 an. Kontijensi level 4 sampai tanggal 26 Juli, setelah itu kita tunggu arahan presiden kelonggaran apa yang nanti dibolehkan,” pungkas Mashudi.

Baca juga: Lagi Isoman, Warga Wonogiri bisa Dapatkan Sembako Gratis dengan Cara Ini

Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengatakan evakuasi OTG Covid-19 ke Asrama Haji Donohudan dilakukan sampai hari ini, Minggu (25/7/2021). Setelah itu pasien akan ditempatkan di lokasi isolasi terpusat yang berada di Klaten.

Saat ini dari 1.000 kapasitas isolasi, ungkap Mulyani, masih ada 780 bed. Bed itu akan segera diisi dan tiga pilar di kecamatan sudah sosialisasi.

“Masih ada 780-an tempat tidur isolasi terpusat dan tiga pilar di kecamatan terus sosialisasi. Untuk ke Donohudan nanti hanya 150 an,” kata Mulyani.

 


Berita Terkait

Berita Terkini

KSPI Karanganyar Tolak Bahas UMK 2022, Ini Alasannya

KSPI Karanganyar menilai PP No. 36/2021 tidak berpihak kepada pekerja.

SGS 2021 Tinggal 4 Hari Lagi, Buruan Tukar Poin Sebelum Ditutup!

Para pembeli pada ajang Solo Great Sale atau SGS diimbau segera menukar struk mereka dengan poin agar bisa mengikuti undian berhadiah rumah, mobil, dan lainnya.

Menko PMK Sebut Karanganyar Cocok untuk Pengembangan Pendidikan

Menko PMK, Muhadjir Effendy, menilai Karanganyar menjadi lokasi ideal di wilayah aglomerasi Soloraya untuk pengembangan pendidikan.

CFD Belum Dibuka, Alun-Alun Sukoharjo Ramai Pedagang pada Akhir Pekan

Kawasan Alun-Alun Satya Negara Sukoharjo ramai pedagang saat akhir pekan padahal Pemkab belum mengizinkan CFD tiap Minggu pagi berlangsung.

BRI Panen Hadiah, 64.152 Nasabah Simpedes Berpeluang Raih Rp639 Juta

Sebagai wujud apresiasi, BRI Sragen menyediakan hadiah dengan nilai lebih dari setengah miliar rupiah bagi para nasabah Simpedes di Bumi Sukowati.

Jalur Pungkruk-Mungkung Sragen Ditinggikan 1 Meter

Pemkab Sragen menggandeng Polres Sragen melakukan uji coba rekayasa lalu lintas di kawasan persimpangan Pungkruk karena jalan itu akan ditinggikan.

Peresmian Kantor Baru PAC PDIP Banjarsari Solo akan Dihadiri Megawati

Peresmian kantor baru PAC PDIP Banjarsari, Solo, pada Kamis (28/10/2021), rencananya dihadiri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Mahasiswa UNS Solo Beri Ultimatum: Bubarkan Menwa!

Ratusan mahasiswa UNS Solo memberi ultimatum kepada petinggi kampus untuk membubarkan Menwa karena dianggap tidak urgen dalam iklim akademik.

Capaian Vaksinasi Covid-19 di Sragen 83 Persen dari Target

Herd immunity di Sragen baru bisa tercapai bila 775.774 orang yang berumur di atas 12 tahun sudah divaksin.

Di Karanganyar akan Dibangun Universitas Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah akan membangun universitas di Karanganyar. Izin operasionalnya sudah turun.

Mantul, Penyandang Disabilitas di Klaten Belajar Bikin Pupuk Organik

Penyandang disabilitas di Desa Gatak, Kecamatan Delanggu, Klaten, berlatih membuat pupuk organik untuk mendukung ketahanan pangan di desa setempat di tengah pandemi Covid-19.

ODGJ Mengamuk, Kamar Singgah Dinsos Karanganyar Dirusak

Sebelum dibawa ke RSJD Solo, ODGJ itu mengamuk hingga merusak pintu kamar mandi di Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Karanganyar.

Menilik "Rekam Jejak" UMK Sragen, Melambung di 2020, Anjlok di 2021

Dalam periode lima tahun terakhir, UMK Sragen mengalami kenaikan naik paling tinggi secara nominal pada 2020, yakni Rp142.414.

Huh.. Hah.. Inilah 5 Kuliner Ekstra Pedas di Sragen yang Layak Dicoba

Lima kuliner ekstra pedas yang layak dicoba di Sragen.

Angkat Dirut, RS PKU Muhammadiyah Sragen Ukir Sejarah

Diangkatnya seorang direktur utama (dirut) untuk memimpin RS PKU Muhammadiyah Sragen merupakan sejarah baru bagi rumah sakit ini.

Diklat Menwa UNS Telan Korban Jiwa, Pelaku Terancam 7 Tahun Penjara

Jika terbukti ada unsur kekerasan yang berujung meninggalnya Gilang seusai mengikuti Diklat Menwa UNS, polisi akan menggunakan Pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama tujuh tahun.