Garmin Bakal Bikin Smartwatch Deteksi Dini Covid-19
Merek wearable smartwatch Garmin 245. (Androidcentral)

Solopos.com, SOLO - Developer perangkat navigasi Garmin mengembangkan smartwatch pendeteksi dini Covid-19. Saat ini Gamin masih berupaya menyediakan perangkat keras dan aplikasi untuk mendukung terciptanya teknologi pendeteksi virus corona.

Akhirnya! Indonesia Tembus Target 10.000 Tes PCR Covid-19 Perhari

Pihak Garmin dalam siaran persnya, ditulis Selasa mengungkapkan penelitian ini memiliki dua premis sederhana yakni peningkatan detak jantung sebagai tanda awal dari common cold (selesma), flu atau Covid-19.

Kedua, smartwatch Garmin memiliki fitur pemantau detak jantung berbasis pergelangan tangan. Gabungan keduanya diklaim akan sangat membantu masyarakat untuk mendeteksi dini atas indikasi awal infeksi virus.

Lebih lanjut, penelitian dari Scripps Research Detect berusaha untuk mencari tahu apakah perubahan pada denyut jantung, aktivitas dan Covid-19.

Kelanjutan Kompetisi Liga Italia Kembali Ditunda, Kenapa?

Dalam penelitian ini, pengguna Garmin dapat ikut berpartisipasi melalui aplikasi MyDataHelps yang akan memandu mereka untuk memberikan persetujuan, menyinkronkan perangkat dan memasukkan data pribadi yang dibutuhkan dalam aplikasi.

Wearable Pendeteksi Penyakit

Melalui data ini, para ilmuwan berharap dapat mengidentifikasi kemungkinan munculnya penyakit seperti influenza pada pengguna dan memberikan langkah-langkah untuk menanggulangi wabah Covid-19.

Kemudian, mengenai perangkat wearable untuk mendeteksi penyakit. Garmin berpartisipasi dalam studi oleh Duke University untuk memperlambat penyebaran Covid-19. Label itu mendorong penggunanya untuk menautkan data pada smartwatch-nya ke studi untuk membantu para peneliti dalam mempelajari bagaimana detak jantung dan gerakan mereka terpengaruh Covid-19.

Cegah Penyebaran Covid-19, 38 Wartawan Kabupaten Madiun Jalani Rapid Test

Di sisi lain, institusi penelitian PhysioQ membuka daftar tunggu untuk NEO, sebuah platform pemantauan Covid-19 gratis untuk memantau kondisi keluarga di rumah. Peneliti nantinya menggunakan produk-produk andalan yang dipercaya oleh para peneliti, termasuk smartwatch Garmin dan pelacak aktivitas lainnya dapat melakukan pemantauan pada tingkat saturasi oksigen, detak denyut jantung, dan lainnya dari jauh.

Data-data anonim yang berhasil dikumpulkan akan disumbangkan untuk membuat salah satu database terbuka Covid-19 terbesar di dunia. Beberapa peneliti menyetujui menjalankan inisiatif ini, termasuk Dr. Andrew Ahn, seorang internis dan peneliti yang merawat pasien dan Dr. Chung-Kang Peng, Director of the Center for Dynamical Biomarkers dan Associate Professor of Medicine at Harvard Medical School.

Lebaran 2020: Salat Idulfitri di Alun-Alun Sragen Ditiadakan

“Kami percaya insights yang diperoleh dari data ini dapat mengubah pendekatan uji klinis kami dan secara signifikan mempercepat proses deteksi penyakit,” kata Dr. Ahn.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom