Tutup Iklan

Garap Lamborghini KW Sejak 2018, Supriyanto Habiskan Rp75 Juta

Supriyanto mengaku sudah menghabiskan tak kurang dari Rp75 juta untuk membuat Lamborghini KW dari Honda Accord Maestro sejak 2018.

 Penampakan mobil Lamborghini KW yang masih setengah jadi di bengkel milik Supriyanto, 43, warga Margorejo, Jono, Tanon, Sragen, Jumat (24/9/2021). (Soloposcom/Moh. Khodiq Duhri)

SOLOPOS.COM - Penampakan mobil Lamborghini KW yang masih setengah jadi di bengkel milik Supriyanto, 43, warga Margorejo, Jono, Tanon, Sragen, Jumat (24/9/2021). (Soloposcom/Moh. Khodiq Duhri)

Solopos.com, SRAGEN — Supriyanto, 43, mencuri perhatian setelah di depan bengkelnya terdapat mobil mirip Lamborghini yang belum jadi. Mobil itu dibuat Pria asal Margorejo, Jono, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, yang hanya lulusan SMK ini dari basis sedan Honda Accrod Maestro keluaran 1993.

Supri mengakui tidak mudah untuk merestorasi Honda Accord menjadi Lamborghi KW. Ia bahkan sempat membongkar ulang karena hasil dari restorasi mobil tua dengan wajah baru itu belum sesuai ekspektasi.

“Dulu sudah hampir jadi, tapi akhirnya kami bongkar ulang karena kami merasa ada yang kurang pada bagian detail. Proses yang paling lama itu memang terletak pada detail badan bodi mobil Lamborghini KW,” ujarnya.

Baca Juga; Kreatif, Lulusan SMK asal Tanon Sragen Sulap Mobil Sedan Jadi Lamborghini

Ia mengaku sudah menggarap mobil Lamborghini KW ini sejak 2018. Hingga kini, Supri mengaku sudah menghabiskan sekitar Rp75 juta untuk membuat tiruan mobil hypersport asal Italia tersebut.

Lamborghini KW
Penampakan mobil Lamborghini KW yang masih setengah jadi di bengkel milik Supriyanto, 43, warga Margorejo, Jono, Tanon, Sragen, Jumat (24/9/2021). (Soloposcom/Moh. Khodiq Duhri)

Dia menargetkan Lamborghini KW itu bisa mengaspal pada akhir tahun ini. “Mudah-mudahan tahun ini selesai,” papar pria lulusan SMK Sakti Gemolong pada 1997 tersebut.

Saat ini, proyek pengerjaan Lamborghini KW itu masih berlangsung sekitar 80%. Hasil restorasi mobil secara ekstrem yang dimulai sejak 2018 itu pun sudah terlihat wujudnya. Mobil Lamborghini KW yang masih setengah jadi itu bisa dilihat di bengkel pria yang lebih akrab disapa Gondrong itu di jalan Gabugan-Sragen, tepatnya di Dukuh Margorejo, Desa Jono, Tanon.

“Idenya lahir saat ngobrol sama teman-teman. Satu teman kami yang bekerja di Korea Selatan jadi donatur. Saya sebagai pengarah ide dan dibantu dua teman sebagai mekanik umum dan elektronik,” papar Supriyanto kepada Solopos.com, Sabtu (25/9/2021).

Baca Juga: Keren! 9 Siswa SMP Wakili Sragen di Kompetisi Sains Nasional Tingkat Jateng

Desain Cari di Google

Supriyanto mengakui dirinya belum pernah melihat langsung wujud Lamborghini asli yang seharga miliaran rupiah itu. Walau begitu, tekadnya bulat untuk merestorasi Honda Accord menjadi Lamborghini KW. Ia mendapat banyak referensi mengenai wujud dari Lamborghini KW melalui pencarian di Google.

Lamborghini KW
Penampakan mobil Lamborghini KW yang masih setengah jadi di bengkel milik Supriyanto, 43, warga Margorejo, Jono, Tanon, Sragen, Jumat (24/9/2021). (Soloposcom/Moh. Khodiq Duhri)

Ia sengaja memilih gambar dengan ukuran cukup besar untuk diunduh sekaligus dicetak. Gambar Lamborghini itu jadi referensi utama untuk membikin mobil hypersport itu.

“Untuk kap mesin kami pindah dari depan ke belakang. Sasisnya tinggal bagian tengah yang masih ori [orisinal]. Jok tinggal dua di bagian depan. Lainnya sudah berubah,” ujar Supri.

Baca Juga: Masjid Tertua di Sragen Ini Simpan Pusaka dari Raja Keraton Solo PB IV, Begini Ceritanya

Untuk mendapatkan desain yang lebih detail, dibutuhkan pencermatan dan ketelitian. Dia mengukur dengan detail skala bagian per bagian dari bodi Lamborghini KW itu.

“Biar ukurannya mendekati bentuk aslinya, kita main skala aja. Untuk membentuk bodinya, saya hanya butuh peralatan seadanya seperti palu, gergaji, plat besi dengan ketebalan 1 mm. Untuk interior, saya memakai PVC lembaran. Semua dibuat secara manual tanpa mesin cetak,” papar Supri.


Berita Terkait

Espos Premium

Berita Terkini

Mahasiswa UNS Solo Bikin Teh Celup dari Benalu, Kok Bisa?

Mahasiswa UNS Solo membuat penemuan unik yakni teh celup dari benalu yang kemudian diberdayakan di kalangan petani di Kemuning, Karanganyar.

Segera Dibentuk, Perbakin di Tiap Daerah di Soloraya

Sejumlah klub menembak seperti Senopati dan Mega Bintang yang hadir dalam Rakerkot itu mengusulkan perlu segera dibentuk pengurus Perbakin tingkat daerah

Pemkot Solo Belum Punya Regulasi Larangan Jualan Daging Anjing, Tapi...

Pemkot Solo hingga kini belum memiliki aturan yang melarang jual beli daging anjing dan hanya fokus pada upaya mencegah penyakit menularnya.

Libur Akhir Tahun, Pengelola TSTJ Solo Pasrah Ikuti Aturan Pemerintah

Pengelola objek wisata TSTJ Solo sudah bersiap menghadapi berbagai kemungkinan menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru.

Sragen Waspadai Varian Omicron, Ini Antisipasinya

Sragen masuk wilayah algomerasi Soloraya sehingga semua daerah di Soloraya harus bareng-bareng dalam menentukan status PPKM dan yang menjadi dasar daerah terendah.

Yamaha Gear 125, Si Jago Tanjakan yang Irit BBM

Yamaha Gear 125 menaklukkan tanjakan dan kelokan di Selo, Boyolali, hingga Ketep Pass, Magelang, dalam city tour bersama vlogger, blogger, dan para jurnalis yang digelar Yamaha Putra Utama Motor Boyolali.

Waduh! Banyak Anjing di Soloraya Ditelantarkan dan Dibuang, ke Mana Ya?

Sahabat Anjing Surakarta (SAS) menemukan banyak anjing peliharaan di wilayah Soloraya yang dibuang dan ditelantarkan karena berbagai sebab.

Anak Gugat Ibu di Boyolali, Sertifikat Tanah Sengketa Dipastikan Sah

BPN Boyolali memastikan sertifikat tanah yang menjadi objek sengketa dalam kasus anak menggugat orang ibu kandung di Dukuh Klinggen, Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, sah.

Bangunan Pasar Legi Selesai 100%, Pedagang Siap Boyongan?

Pembangunan Pasar Legi Solo sudah selesai 100%. Bangunan pasar rencananya diserahkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Solo pada akhir November 2021.

Lomba Menembak Internasional Meriahkan HUT ke-76 Brimob di Boyolali

Lomba menembak bertaraf internasional memperingati HUT ke-76 Brimob di Mako Brimob Boyolali di Gunung Kendil, Kecamatan Mojosongo, tak bisa dihadiri atlet luar negeri.

Rendengan, Atraksi Wisata Inisiatif Pokdarwis Pilangsari Sragen

Para pemuda yang tergabung dalam Pokdarwis Siwur Emas Desa Pilangsari, Gesi, Sragen, membuat event wisata dengan nama Rendengan di hutan jati seluas hampir 1 hektare.

1.200 Santri Ikuti Ujian Munaqosah Wisuda Akbar Klaten Menghafal #5

Ketua Panitia Ujian Munaqosah Klaten Menghafal, Dhohir Subagyo, menjelaskan kegiatan itu dimaksudkan untuk membumikan Al-Qur’an.

Minyak Goreng Curah Disetop pada 2022, Pemkab Sukoharjo Tunggu Regulasi

emerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo sudah mendapatkan informasi penyetopan peredaran minyak goreng curah pada 2022 dari pemerintah pusat.

Wuihhh, Warga Sragen Barter Mobil dengan 1 Pot Monstera Marmorata

Seorang pencinta tanaman hias asal Wonotolo, Gondang, Sragen, Eko Duta Flora, berani melakukan barter mobil Daihatsu Grand Max.

Longsor Landa Sejumlah Lokasi di Karanganyar, Ini Sebaran Titiknya!

Bencana tanah longsor kembali terjadi di Bumi Intanpari. Kali ini longsor terjadi di beberapa titik di wilayah Kecamatan Karangpandan dan Kecamatan Matesih, Sabtu (27/11/201) malam.

Ahli Waris Lahan Terdampak Tol Solo-Jogja Bikin Surat Kesepakatan

Pemerintah Desa Demakijo, Karangnongko, Klaten, berinisiatif membuat  dokumen surat kesepakatan bersama (SKB) ahli waris terdampak tol solo-jogja.