Gara-Gara Luweng Ketutup Sampah, Dusun Brengkut Wonogiri Kebanjiran
Warga Dusun Brengkut, Desa Pucung, Kecamatan Eromoko, Wonogiri, kerja bakti membersihkan sampah di luweng yang menyebabkan banjir di daerahnya, Kamis (4/3/2021). (Istimewa)

Solopos.com, WONOGIRI -- Dusun Brengkut, Desa Pucung, Kecamatan Eromoko, Wonogiri, kebanjiran, Rabu (3/3/2021) sore WIB. Wilayah tersebut kebanjiran karena luweng setempat tertutup sampah.

Saat itu, hujan deras mengguyur wilayah Dusun Brengkut yang mengakibatkan banjir di RT 001/RW 009. Sebanyak delapan rumah terendam banjir dan 34 orang memilih untuk mengungsi.

Pada hari yang sama bencana banjir juga menerjang Dusun Brengkut, Dusun Gundi, DusunPucung Kidul, Dusun Dunggudel dan Dusun Soko. Banjir itu berdampak pada permukiman, lahan pertanian, serta membuat talud ambrol.

Baca Juga: Heboh! Air Berwarna Merah Darah Muncul di Pundungrejo Sukoharjo

Camat Eromoko, Wonogiri, Danang Erawanto, mengatakan beberapa warga yang mengungsi akibat rumahnya kebanjiran sudah kembali ke rumah Kamis (4/3/2021) siang. Dari delapan rumah yang terdampak banjir, penghuni yang mengungsi sebanyak enam rumah.

"Tadi malam sudah mulai surut namun permukiman masih sedikit tergenang. Namun pada malam itu saya belum membolehkan warga balik ke rumahnya, karena masih mendung. Dikhawatirkan turun hujan lagi," kata dia saat dihubungi, Kamis.

Danang memastikan bahwa kondisi terkini, Kamis siang, telah aman. "Warga yang mengungsi mulai balik ke rumah siang ini. Warga yang belum balik dimungkinkan sebagian peralatan rumah seperti kasur dan lainnya masih basah. Selain itu yang mempunyai anak kecil pilih ngungsi dulu di rumah saudara," ungkap dia.

Luweng Ketutup

Danang mengatakan, banjir di Brengkut disebebkan luweng yang tersumbat sampah. Sehingga air yang meluap ke permukiman warga terlalu besar dan mengakibatkan banjir. Dari Kamis pagi hingga siang, warga di dusun setempat bekerja bakti membersihkan sampah yang menyumbat luweng.

"Cuma kami bersihkan sampahnya. Kami tidak bisa mengganggu luweng, takutnya nanti malah kebuntet lagi. Itu satu-satunya luweng di Brengkut. Luwengnya berada di tengah lembah, dekat dengan permukiman warga," ujar dia.

Ia menuturkan, banjir di Brengkut merupakan banjir yang kali pertama terjadi. Sebelumnya, di daerah itu belum pernah terjadi banjir. Dusun Brengkut berada di darah pegunungan.

Baca Juga: Jatah Vaksin Covid-19 Karanganyar Datang Lagi, Kali Ini untuk 5.000 Lansia

Salah satu kerugian yang dialami warga saat banjir yakni hasil panen pertanian, berupa padi dan jagung. Setelah di panen, biasanya warga menggelar hasil panen itu di dalam rumah. Sehingga saat terjadi banjir, sebagian terbawa arus air.

"Kebanyakan saat hujan kemarin warga tengah di sawah. Saat hujan tiba mereka berteduh di gubuk. Saat pulang ke rumah tiba-tiba mereka mendapati rumahnya tergenang air. Jadi tidak bisa menyelamatkan hasil penen yang ada di dalam rumah," kata Danang.



Berita Terkini Lainnya








Kolom