Tutup Iklan
Warga Dusun Ngrapah, Desa Gupit, Nguter, Sukoharjo, mengungsi ke rumdin Bupati Sukoharjo, Jumat (25/10/2019) malam. Mereka tak kuat menghirup bau busuk limbah udara dari PT RUM. (Solopos - Bony Eko Wicaksono)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Dua tahun menghirup udara yang tercemar bau busuk limbah pabrik PT Rayon Utama Makmur (RUM) Sukoharjo di Kecamatan Nguter membuat Fuad dan keluarganya akhirnya tak tahan.

Dia pun menjual rumahnya di Mertan, Bendosari, dan pindah ke Tawangsari. Keluarga Fuad tak kuat menghirup bau busuk yang merebak setiap hari.

Bau busuk limbah pabrik serat rayon itu menjadi masalah warga sekitar sejak 2017. Biasanya, mereka mencium bau busuk pada sore hari hingga malam hari.

Tak hanya warga Nguter, warga di daerah lain seperti Bendosari dan Polokarto mengalami hal serupa. Bahkan, bau busuk yang menyengat hidung makin parah selama sepekan terakhir.

Isu Gadis Wonogiri Korban Perkosaan Tawarkan Diri, Diduga Cuma Alibi Pelaku

“Saya dan anak-istri tak kuat menghirup bau busuk setiap hari. Rumah saya di Desa Mertan, Kecamatan Bendosari, saya jual. Sudah laku pada beberapa hari lalu,” kata Fuad saat berbincang dengan Solopos.com, Sabtu (9/11/2019).

Gara-gara bau busuk, Fuad terpaksa pindah rumah ke wilayah Tawangsari. Selama ini, wilayah Sukoharjo bagian barat termasuk Tawangsari belum terpapar limbah udara.

Dia rela merogoh kocek pribadi demi menyelamatkan kesehatan istri dan anaknya dari menghirup bau busuk dari limbah PT RUM Sukoharjo. Fuad tak pernah membayangkan harus mengungsikan keluarganya ke daerah lain gara-gara limbah udara.

Menghirup bau busuk itu membuatnya pusing dan mual. “Berbagai upaya sudah dilakukan warga mulai dari mengadu ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia [Komnas HAM], Komnas Perempuan hingga Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Upaya itu tak membuahkan hasil karena produksi PT RUM masih menimbulkan bau,” ujar dia.

Lisus Melanda, Warga Sukoharjo Meninggal Tertimpa Gazebo Roboh

Sebagaimana diinformasikan, warga sekitar pabrik PT RUM Sukoharjo masih dihantui bau busuk dari limbah pabrik serat rayon tersebut. Akhir Oktober lalu, warga bahkan sampai mengungsi di depan rumah dinas Bupati di kawasan kota Sukoharjo karena tak tahan terus menerus menghirup bau busuk.

Pemkab Sukoharjo kemudian mengeluarkan surat berisi permintaan agar PT RUM Sukoharjo mengurangi produksi selama sepekan sambil membenahi pengelolaan limbahnya. Namun, setelah sepekan bau limbah tak kunjung hilang.

Pemkab pun kemudian meminta PT RUM menghentikan sementara produksi mereka sampai masalah limbah teratasi. Di sisi lain, manajemen PT RUM menyatakan telah mengganti blower dengan yang baru. Penanganan limbah pun sudah dibenahi tahap demi tahap.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten