Yoichi Masuzoe salah satu kandidat Gubernur Tokyo (theguardian.com)

Solopos.com, TOKYO --Politisi Jepang, Yoichi Masuzoe memicu kontroversi saat kampanye pencalonannya sebagai Gubernur Tokyo. Dia menyebut wanita akan bersikap tidak rasional saat haid. Kini gelombang protes dilancarkan sekelompok wanita Tokyo yang mogok melakukan hubungan intim dengan siapapun yang mencoblos Masuzoe.

Huffingtonpost, Jumat (7/2/2014) melansir aksi ini dinamai “No Masuzoe” untuk menegaskan respon atas pernyataan politisi itu. Aksi ini sudah mendapat 3.000 follower sejak dipublikasikan pada pekan lalu di Twitter.

Tak berhenti sampai di situ, para wanita penentang  Masuzoe ini juga melancarkan petisi dan menyebar poster yang mengatakan pria berusia 65 tahun itu tidak layak berada di pemerintahan. Petisi online tersebut telah dikunjungi 75.000 kali dalam sehari dan sudah ada 2.800 orang yang menandatanganinya.

Gerakan menolak Masuzoe yang diprakarsai oleh 'Association of Women Who Will Not Have Sex With Men Who Vote for Masuzoe' ini ternyata bukan hanya dilakukan wanita. Para pria menolak Masuzoe dengan alasan calon gubernur tersebut sudah terlalu tua.
Beberapa warga juga menyatakan tak setuju dengan pandangan Yoichi.

"Masuzoe adalah musuh semua wanita. Dia tidak mencintai Jepang tapi dirinya sendiri," tulis netter bernama Etsuko Sato.

"Aku sudah tua tapi aku tidak setuju dengan Masuzoe dari sudut pandangnku sebagai pria," tulis lainnya, manatowar3.

Pernyataan ini sebenarnya dikeluarkan Masuzoe pada 1989. Tim oposisi mengutip pernyataan Yoichi ini dan menyebarkannya untuk diketahui publik.
Dalam sebuah artikel mantan menteri kesehatan Jepang ini mengatakan wanita tidak cocok untuk politik nasional. Hal ini, kata Masuzoe, karena perempuan punya sikap yang aneh jika menstruasi.

"Wanita menjadi tidak normal ketika mereka menstruasi, kamu tidak dapat membuat mereka untuk membuat keputusan penting terhadap negara ini seperti keputusan untuk perang atau tidak,” kata Masuzoe seperti dikutip dari Majalah terkemuka Jepang.

Ini bukan kali pertama Masuzoe berurusan dengan wanita. Sebelumnya dia berurusan dengan mantan istrinya soal tunjangan anak. Bahkan mantan istrinya ini salah satu yang vokal menentang eks-nya itu untuk jadi gubernur. Praktis, Masuzoe hanya menyisakan dukungan dari sang Presiden.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten