Eks vokalis Boomerang, Roy Jeconiah, tampil bersama grup musik keroncong, Gunung Jati, di kompleks Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Kota Semarang, Jumat (13/9/2019). (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Solopos.com, SEMARANG – Mendengar nama Roy Jeconiah pikiran kita akan langsung terbesit kepada musik rock. Maklum, Roy memang identik dengan grup musik beraliran rock, Boomerang.

Meski sudah keluar dari band yang telah membesarkan namanya sejak 2010 lalu, Roy masih kerap dikait-kaitkan dengan Boomerang.

Bahkan dalam beberapa penampilan, Roy masih kerap membawakan lagu-lagu dari Boomerang, seperti yang ditunjukkannya saat tampil di panggung pasar seni Kota Semarang di kawasan Taman Budaya Raden Saleh, Jumat (13/9/2019).

Namun dalam kesempatan itu, Roy tidak membawakan lagu Boomerang seperti versi aslinya. Ia membawakan lagu berjudul Pelangi dan Kisah diiringi dengan musik keroncong dari grup musik Gunung Jati.

Berkolaborasi dengan musik keroncong ini merupakan yang kali pertama dilakoni Roy. Ia pun mengaku ada ketertarikan untuk tampil di jalur musik keroncong atau keluar dari zona nyamannya yang selalu membawakan musik-musik ber-genre rock.

“Kalau tertarik sih ada. Apalagi tadi lumayan enak bawanya. Enjoy,” ujar mantan vokalis Boomerang itu saat berbincang dengan Solopos.com, Jumat.

Roy pun mengaku tak takut akan ditinggal penggemarnya jika beralih ke jalur musik keroncong. Maklum, selama ini Roy memiliki basis penggemar yang cukup setia dengan jalur musik rock atau metal.

“Kalau takut enggak sih. Kan musik itu universal. Apalagi akar dari musik modern juga tidak bisa dilepaskan dari musik-musik tradisional. Jadi, asyik-asyik aja,” ujar pria kelahiran 6 November 1969 itu.

Kendati tertarik dengan musik keroncong, Roy mengaku dalam waktu dekat ini tak bisa meluncurkan album ber-genre keroncong.

Ia mengaku masih terikat kontrak dengan salah satu perusahaan musik untuk menelurkan tiga album solo yang menjadi bagian dari album Jecovox.

“Saya masih punya hutang tiga album solo. Kemarin kan bikin album solo yang konsepnya tetralogi atau empat tema, yakni The Born, The Sun, The Dream, dan The Belief. Dari empat itu, yang jadi baru The Born. Jadi masih kurang tiga lagi. Penginnya sih secepatnya selesai,” ujarnya.

Selain tampil dengan grup musik keroncong Gunung Jati, kedatangan Roy ke Semarang juga untuk menjadi penampil dalam acara musik yang digelar di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (14/9/2019).

Dalam acara itu, Roy juga tampil berkolaborasi dengan grup musik keroncong asal Kota Semarang, Congrock.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten