Tutup Iklan
Pekerja membuat ornamen di dinding luar flyover Manahan Solo, Kamis (15/11/2018). (Solopos-Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO -- Rencana pembangunan jalan layang (flyover) Purwosari terancam molor dan tak bisa dikerjakan tahun ini. Gara-garanya, pengerjaan -pengaturan-lalu-lintas-setelah-flyover-manahan-solo-dibuka" title="Begini Pengaturan Lalu Lintas Setelah Flyover Manahan Solo Dibuka">flyover Manahan yang tak kunjung rampung.

Kasi Perencanaan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VII, Laely Fitria, mengatakan pembangunan jalan layang Purwosari harus menunggu proyek flyover Manahan rampung.

“Kami masih lihat dulu bagaimana kondisi flyover Manahan. Kalau flyover Manahan sudah selesai, yang Purwosari bisa dikerjakan,” kata dia kepada wartawan Balai Kota Solo, Rabu (28/11/2018).

Sejauh ini, pemerintah pusat masih mempertimbangkan perkembangan terakhir pembangunan -flyover-manahan-solo-28-oktober-hanya-soft-launching" title="Kontraktor Flyover Manahan Solo: 28 Oktober Hanya Soft Launching">jalan layang Manahan sebelum memulai proyek Purwosari. Hal itu karena dikhawatirkan akan terjadi kemacetan parah di Kota Bengawan apabila proyek flyover Purwosari dikerjakan saat pembangunan Manahan belum selesai.

Sesuai rencana awal, pembangunan jalan layang Purwosari dikerjakan akhir tahun ini. Proyek tersebut dikerjakan untuk mengurai kemacetan lalu lintas di perlintasan sebidang Purwosari.

“DED [detail engineering design] termasuk persyaratan lain, seperti andalalin [analisis dampak lalu lintas] dan lingkungan sudah lengkap. Jadi sebenarnya tinggal lelang,” katanya.

Laely pun mengatakan sampai kini perencanaan flyover Purwosari masih terus dibahas di tingkat pusat. Dia masih menunggu koordinasi lanjutan terkait perencanaan jalan layang tersebut.

Belum jelasnya pembangunan jalan layang Purwosari juga berdampak pada rencana pemindahan jaringan utilitas yang akan dikerjakan Pemkot. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Solo Endah Sitaresmi Suryandari mengatakan pemindahan jaringan utilitas berupa pipa PDAM akan dikerjakan Pemkot, setelah menerima kepastian dari pemerintah pusat.

Sita mengatakan lelang proyek senilai Rp9,1 miliar tersebut dilakukan setelah ada kejelasan dari pusat. “Sebenarnya kami sudah siap segalanya untuk mengerjakan proyek pendampingan. DED pemindahan jaringan PDAM sudah siap,” katanya.

Hanya, Dinas PUPR masih menunggu kepastian pengerjaan proyek tersebut dari pemerintah pusat untuk melelang proyek. Apabila flyover memang direalisasikan dalam waktu dekat ini, Dinas PUPR akan melelang pemindahan utilitas berupa pipa PDAM yang dibangun 1923 lalu. Pipa tersebut bakal terkena fondasi jalan layang.

“Pemindahan pipa butuh waktu 80-90 hari. Jadi pemindahannya harus dikerjakan sebelum -jalan-ini-bakal-makin-padat-setelah-flyover-manahan-solo-dibuka" title="2 Jalan Ini bakal Makin Padat Setelah Flyover Manahan Solo Dibuka">flyover dibangun," jelasnya.

Kepala Seksi (Kasi) Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Solo, Joko Supriyanto, mengatakan pemindahan jaringan pipa distribusi air utama bagi Kota Solo ini akan dikerjakan mulai simpang tiga Rumah Sakit Panti Waluyo sampai simpang empat Purwosari.

“Panjang pipa jaringan PDAM yang harus dipindahkan 800 meter lebih. Ini merupakan pipa jaringan distribusi utama milik PDAM,” kata dia.

Pengerjaan pemindahan jaringan pipa PDAM akan berjalan simultan dengan proyek pembangunan flyover Purwosari. Tak hanya jaringan pipa PDAM, beberapa jaringan utilitas lain terdampak di antaranya Telkom dan Perusahaan Listrik Nasional (PLN).

Koordinasi dengan para pemilik jaringan utilitas telah beberapa kali dilakukan Pemkot. Dalam koordinasi tersebut Pemkot menyampaikan penyelesaian jaringan utilitas menjadi tanggung jawab masing-masing pemilik.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten