Ilustrasi smartphone. (Reuters)

Solopos.com, BEIJING — Virus corona disebut bisa berdampak besar bagi pasar smartphone di China. Maklum, jumlah korban dan jumlah pengidap virus corona paling banyak memang terdapat di China.

Ingat Wanita Pembawa Anjing ke dalam Masjid Bogor? Ia Divonis Bebas

Salah satu perusahaan produsen modem dan chipset, Qualcomm, memperingatkan wabah virus corona di China berpotensi menjadi ancaman besar bagi industri ponsel. Proses manufaktur ataupun penjualan bisa kena imbasnya.

Chief Financial Officer (CFO) Qualcomm, Akash Palkhiwala, menyebut pengaruh virus corona pada permintaan ponsel dan rantai suplai masih diliputi ketidakpastian besar.

Ini 3 Pasar Ekstrem di Dunia Selain Wuhan, Salah Satunya di Indonesia

Meski begitu, mereka masih mencoba menenangkan investor dengan mengatakan pasar 5G terbesar tahun ini diprediksi di Amerika Serikat (AS), Korea Selatan (Korsel), dan Jepang. Jadi jika ada gangguan di China, mereka bisa mengandalkan pasar lain.

"Jika kami punya isu, masalah rantai suplai atau permintaan di China, kami cenderung punya kemampuan untuk back up di wilayah lain," cetus CEO Qualcomm, Steve Mollenkopf seperti dikutip Detik.com, Kamis (6/2/2020).

Kenalkan Ekaterina Abdulbarieva, Wanita dengan Bokong Terindah

Sebelumnya, Apple dan Samsung telah menutup tokonya di China karena khawatir akan memicu penyebaran virus corona.

Sumber: Detik.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten