Tali yang dipakai pemuda Karanganyar untuk melakukan aksinya, Rabu (20/2/2019). (Istimewa)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Tindakan Ari Wibowo, 20, pemuda asal Wonorejo, RT 003/RW 017, Kelurahan Bejen, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar, yang mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, Rabu (20/2/2019), mengejutkan para tetangganya.

Selama ini, Ari dikenal baik dan ramah. Salah satu tetangga yang juga sepupu Ari, Triyo, 29, mengenal Ari sebagai sosok yang humoris dan baik hati.

“Dia baik banget, setiap gajian selalu kasih sebagian gajinya untuk simbahnya. Dia juga sering mentraktir keponakannya, beli salome [sejenis bakso tusuk] dimakan bareng-bareng. Dia juga aktif bersosialisasi, hobinya main bola voli dan sepak bola bersama teman-temannya,”katanya kepada Solopos.com saat ditemui di rumahnya yang terletak di belakang rumah Ari, Jumat (22/2/2019).

Triyo mengaku terkejut saat mendapati sepupunya sudah meninggal dunia dengan cara gantung diri. Dia mengatakan kali pertama tahu kejadian tersebut saat mendengar teriakan Supardi yang pertama melihat jasad Ari.

“Saat ada teriakan saya langsung menuju sumber suara dan mendapati dia sudah meninggal dunia. Padahal siangnya ia masih bekerja sambilan sebagai buruh bangunan," ujarnya.

Triyo mengatakan saat itu Supardi hendak mengajak Ari menyalakan lampu di kandang ternak. Selama ini, Ari memang bekerja memelihara kambing milik salah satu warga setempat.

Jumlah kambing yang dipelihara itu sebanyak 15 ekor. Di kandang yang sama, Ari juga mengurusi kolam lele dan ratusan ayam kampung bersama rekannya, Supardi. Triyo mengatakan sebelum kejadian, ada kabar satu ekor kambing mati pukul 10.00 WIB.

Ketua RT 003 RW 017 Wonorejo, Kelurahan Bejen, Kecamatan Karanganyar, Priyanto, 56, juga mengaku mengenal Air sebagai sosok yang mudah bergaul dengan teman-temannya. Bahkan, ia aktif di kegiatan karang taruna. Priyanto mengatakan korban sudah tidak punya orang tua dan tinggal di rumah sendirian.

“Ayah dan ibunya belum lama meninggal dunia, mereka meninggal karena sakit. Dalam kurun waktu 15 bulan, keluarga tersebut sudah kehilangan tiga anggota keluarga. Dia memiliki seorang kakak perempuan. Kakaknya sudah berkeluarga dan memiliki seorang putri bernama Nadiya. Nadiya masih balita. Mereka tinggal di Jaten,” katanya kepada Solopos.com saat ditemui di rumahnya.

Priyanto mengatakan Ari bekerja memelihara kambing, lele, dan ayam milik warga setempat. Namun, Ari masih ada waktu untuk bekerja sambilan karena pakan yang diberikan berupa pakan instan sehingga tak menyita banyak waktunya untuk membuat atau mencari pakan. Dia mengatakan pekerjaan sambilan Ari adalah sebagai buruh bangunan.

Ari ditemukan meninggal akibat gantung diri pada Rabu. Di dekat tempatnya gantung diri ditemukan kertas bertuliskan pesan. Dalam pesannya dia menyebut-nyebut nama Nadiya, yang ternyata adalah keponakannya yang masih balita.



Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten