Ganti yang Rusak, Griya PMI Solo Dapat Bantuan 120 Matras dari Kemensos

Griya PMI Solo mendapatkan bantuan 120 matras dari Kementerian Sosial untuk tempat tidur para penghuni. Matras sebelumnya sudah rusak dan bolong-bolong.

 Aktivitas di Griya PMI Solo di Mojosongo, Jebres, Jumat (4/3/2022). (Solopos/Nicolous Irawan)

SOLOPOS.COM - Aktivitas di Griya PMI Solo di Mojosongo, Jebres, Jumat (4/3/2022). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Griya PMI Solo di Mojosongo, Jebres, mendapatkan bantuan sebanyak 120 matras untuk penghuninya yang terdiri atas orang lanjut usia (lansia) dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Sebelumnya Griya PMI sempat membuka donasi untuk pengadaan matras yang semuanya sudah dalam kondisi rusak dan tidak layak pakai. Bantuan matras dari Kementerian Sosial itu sudah dikirimkan ke Griya PMI sebelumnya seratusan penghuni terpapar Covid-19.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Kasi Griya PMI Solo, Yudianto, mengatakan setelah informasi kondisi matras yang rusak di griya tersebut tersebar, ada rekannya yang menyarankan agar mengajukan proposal ke Kementerian Sosial. Hal itu kemudian ditindaklanjuti oleh pengelola Griya PMI Solo.

Baca Juga: Seratusan Penghuni Kena Covid-19, Griya PMI Solo Dirikan Dapur Umum

“Tidak lama prosesnya, kurang dari sepekan, sekitar 120 matras sudah tiba,” katanya kepada wartawan, Minggu (6/3/2022). Yudianto mengatakan bantuan matras tersebut sudah tiba di Griya PMI Solo sebelum munculnya kasus Covid-19 di lokasi tersebut.

Ia bersyukur untuk saat ini kebutuhan matras terpenuhi dan berharap matras yang diterima dari Kementerian Sosial itu awet dan memberikan kenyamanan untuk warga penghuni griya.

Baca Juga: Miris! Semua Matras Tidur di Griya PMI Solo Rusak dan Bolong-Bolong

Seperti diketahui, saat ini sebanyak 108 orang di Griya PMI Solo terpapar Covid-19. Mereka terdiri dari penghuni atau pasien, staf dan mahasiswa yang menjalani praktik kerja lapangan.

Saat ini sebagian besar yang terpapar Covid-19 menjalani isolasi di Griya PMI Solo. Diberitakan sebelumnya, pada awal Februari 2022 Griya PMI Solo menginformasikan semua matras untuk tidur penghuni griya dalam kondisi memprihatinkan.

Baca Juga: Tambah Lagi! Penghuni Griya PMI Solo Positif Covid-19 Jadi 108 Orang

Matras tersebut semuanya rusak dan sudah bolong-bolong. Yudianto mengatakan Griya PMI Peduli Solo saat itu menampung 95 ODGJ dan sekitar 22 orang lansia. Mereka dibawa ke Griya PMI setelah ditemukan terlantar di jalanan.

Sebelumnya, untuk mengganti fasilitas matras yang rusak tersebut, PMI sempat menggelar penggalangan dana sebelum akhirnya mendapatkan bantuan.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Penampakan Kursi Gaming "Sultan" Seharga Rp300 Juta di Game Working Space Solo

      Penampakan kursi gaming kelas sultan dengan harga lebih dari Rp300 juta di Game Working Space yang diresmikan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka di Solo Technopark (STP), Solo, Selasa (29/11/2022) pagi.

      Polemik Pemilihan Kadus Dalangan Sukoharjo: Camat Tolak Usulan Kepala Desa

      Rekomendasi usulan dua calon kepala dusun (Cakadus) II Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Sukoharjo, yang disampaikan Kepala Desa Dalangan tidak disetujui oleh Camat Tawangsari.

      Breaking News, 1 Orang Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan di Sambungmacan Sragen

      Kecelakaan maut yang merenggut satu korban jiwa terjadi jalan Sragen-Ngawi, tepatnya di Dukuh Tunjungsemi, Desa Bedoro, Sambungmacan, Sragen, Selasa (29/11/2022) malam.

      Jelang Nataru, Satpol PP Sukoharjo Musnahkan Ribuan Liter Miras

      Ribuan liter minuman keras (miras) dimusnahkan menjelang perayaan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru), Selasa (29/11/2022).

      Fenomena Gibran Effect Berpotensi Meluas tapi Perlu Dikontrol

      Fenomena Gibran effect atau efek Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, yang menjadi sasaran sambat masyarakat Soloraya diprediksi meluas.

      Indonesia Tak Gabung Empat Negara Usul Kebaya Jadi Warisan Budaya Dunia

      Singapura, Malaysia, Thailand, dan Brunei, tanpa Indonesia, bersama-sama mengajukan kebaya sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) UNESCO.

      Kisah Pemuda Ngadiroyo Wonogiri Tantang Cakades Petahana di Pilkades Serentak

      Pemilihan kepala desa (pilkades) serentak tahap I 2022 di Wonogiri diikuti sejumlah pemuda.

      Analisis Gibran Effect dari Perspektif Birokrasi Pemerintahan & Politik

      Dosen Administrasi Negara FISIP UNS Solo, Didik G Suharto, memberikan analisis dari perspektif birokrasi pemerintahan dan politik terkait fenomena Gibran effect atau efek Gibran yang muncul dalam beberapa bulan terakhir.

      Tepis Isu Klitih di Kota Solo, Kapolresta: Polisi Siap Perangi Premanisme!

      Kapolresta Solo, Kombes Pol. Iwan Saktiadi, menegaskan dirinya siap memerangi aksi kekerasan dan premanisme di Kota Solo.

      4.000 Santri Ikuti Ujian Hafalan Al-Qur'an di Karanganom Klaten

      Sebanyak 4.000 santri mengikuti ujian Hafalan Al-Qur’an atau Munaqosah di Gedung Graha Srikandi, Kecamatan Karanganom, Minggu (27/11/2022).

      Bupati Klaten Minta PT JMM Taati Kesepakatan Pengangkutan Tanah Uruk Tol

      Pemkab Klaten memastikan PT Jogjasolo Marga Makmur (JMM) selaku badan usaha jalan tol Solo-Jogja sudah menandatangani memorandum of understanding (MoU) terkait pengangkutan tanah uruk tol.

      Pertama di Karanganyar, Layanan Cuci Darah Di RS PKU Muhammadiyah

      RS PKU Muhammadiyah Karanganyar kini memiliki 10 alat cuci darah. RS ini menjadi yang pertama di Karanganyar yang bisa melayani cuci darah.

      Buruh-Pengusaha Belum Sepakat, Rapat Tripartit Bahas UMK Sragen 2023 Deadlock

      Serikat Pekerja Sragen tak sepakat dengan usulan upah minimum kabupaten (UMK) 2023 yang diajukan Apindo Sragen. Sidang Dewan Pengupahan pun berakhir deadlock.

      Serikat Pekerja-Apindo Belum Sepakat, UMK Karanganyar 2023 Masih Tanda Tanya

      Hingga kini serikat pekerja dan Apindo Karanganyar belum satu suara soal nilai upah minimum kabupaten (UMK) 2023. Keduanya menggunakan dasar hukum yang berbeda dalam menentukan UMKM 2023.

      UU Minerba-Perda RTRW Tak Sinkron, Penyebab Munculnya Tambang Ilegal di Klaten

      DPRD Klaten menanggapi cuitan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, tentang tambang ilegal di Klaten.