Ganti Rugi Tol Solo-Jogja Tak Sesuai Harapan, Warga Kahuman Klaten Kecewa
Sunarno, warga Kahuman, Polanharjo menunjukkan surat yang berisikan nilai ganti rugi lahan terdampak jalan tol Solo-Jogja di balai desa setempat, Selasa (24/11/2020). (Solopos/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN — Warga di Desa Kahuman, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mengaku kecewa berat dengan nilai ganti rugi jalan tol Solo-Jogja. Meski tetap untung, nominal ganti rugi dinilai jauh dari angan-angan warga di waktu sebelumnya.

Kepala Desa (Kades) Kahuman, Kecamatan Polanharjo, Ida Andung, mengatakan daerahnya menjadi desa pertama di Kabupaten Bersinar yang meneken nominal ganti rugi lahan terdampak jalan tol Solo-Jogja. Di Kahuman, terdapat 120 bidang lahan terdampak jalan tol Solo-Jogja.

"Saya melihat warga kecewa berat dengan nilai ganti rugi. Nilainya di luar dugaan. Warga ada yang berangan-angan atau bermimpi nilainya mencapai Rp1 juta-Rp2 juta per meter persegi. Ternyata, hasil appraisal kurang lebih di kisaran Rp600.000 per meter persegi. Nilai itu memang sudah di atas harga pasaran di sini [Rp450.000 per meter persegi]. Tapi, memang banyak yang kecewa. Soalnya, lahan di sini tergolong zona hijau pertanian," kata Ida Andung, saat ditemui wartawan di kantornya, Selasa (24/11/2020).

Meski kecewa dengan besaran nilai ganti rugi, lanjut Ida Andung, warga Kahuman yang lahannya terdampak jalan tol Solo-Jogja tetap mendukung proyek strategis nasional itu. Harga tanah di daerahnya menjelang pengumuman nominal ganti rugi memang sudah mengalami kenaikan.

Penentuan Ganti Rugi Lahan Terdampak Tol Solo-Jogja di Klaten Dimulai di Desa Ini

"Warga tetap menerima meski dengan hati terluka. Biasanya, warga yang memperoleh ganti rugi di sini akan menggunakan uangnya untuk membeli mobil, rumah, dan berinvestasi," katanya.

Tak Sesuai Harapan

Salah seorang pemilik lahan terdampak jalan tol Solo-Jogja di Kahuman, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Lugiman, 65, mengatakan nilai ganti rugi yang diterimanya atas lahan terdampat tol Solo-Jogja tak sesuai dengan harapan awal. Lahan pertanian terdampak jalan tol Solo-Jogja milik Lugiman seluas 2.049 meter persegi.

"Lahan saya dinilai appraisal Rp1,2 miliar. Penginnya di atas itu. Tapi, saya tetap menerima. Soalnya, saya juga sudah untung. Uang yang akan saya peroleh nanti, akan saya belanjakan untuk membeli lahan pertanian di tempat lain," katanya.

Januari 2021 Pembelajaran Tatap Muka Diberlakukan Di Sukoharjo, Begini Skemanya

Warga pemilik lahan terdampak jalan tol Solo-Jogja lainnya, yakni Sunarno, 76, mengaku sudah menerima nominal ganti rugi yang diterimanya. Nantinya, uang hasil ganti rugi yang diterimanya akan dibagi dengan lima anaknya.

"Sawah saya satu patok. Luasannya 2.200 meter persegi. Nominal ganti ruginya Rp1,3 miliar. Saya sudah setuju. Yang penting pikiran tetap senang," katanya.

Kepala BPN Klaten, Agung Taufik Hidayat, mengatakan musyawarah penetapan ganti rugi di Klaten diawali di Desa Kahuman. Di lokasi ini terdapat 120 bidang terdampak pembangunan jalan tol Solo-Jogja. Hal itu termasuk 19 bidang tanah kas desa di Kahuman.

"Di sini sudah diketahui nominal ganti ruginya. Yang menentukan nominal dari pihak appraisal," katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom