Tutup Iklan
Pengambilan sampel air baku PDAM Solo di tempuran Kali Samin dan Sungai Bengawan Solo, Rabu (11/9/2019). (Solopos-Mariyana Ricky P.D.)

Solopos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, menduga ada 'pipa siluman' yang membuat Sungai Bengawan Solo tercemar. Ia pun akan menggandeng Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indarparawansa, untuk menyelesaikan pencemaran Sungai Bengawan Solo yang juga melintas di wilayah Jatim.

Ganjar mengatakan bertemu dengan Khofifah saat takziah Presiden ke-3 RI, B.J. Habibie. Ia membahas pencemaran itu karena sudah sejak lama ingin bekerja sama menanggani persoalan di Sungai Bengawan Solo.

“Tidak hanya Blora, [Bengawan Solo] juga bareng-bareng kita selesaikan. Tadi malam, saya rapat persiapan kongres sampah juga bahas itu [pencemaran Sungai Bengawan Solo],” ujar Ganjar di kantornya, Semarang, Jumat (13/9/2019).

Ganjar mengatakan saat ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jateng juga masih bekerja terkait pencemaran Sungai Bengawan Solo. Sementara ini diduga ada beberapa pipa dari pabrik yang mengeluarkan limbah ke Sungai Bengawan Solo. Pipa itu tembus di dasar sungai sehingga disebut pipa siluman.

"Kemarin ada 'pipa siluman', masuknya ke bawah. Kita tidak pernah tahu, ternyata di bawah ada. Kita akan edukasi pabrik-pabrik untuk membuat IPAL,” ujar Ganjar.

Untuk letak tepatnya pipa-pipa siluman itu Ganjar mengatakan belum mengetahui persis. Namun ia meyakini tidak hanya satu titik.

"Belum tahu (lokasi tepatnya). Ada di beberapa tempat. Kalau nemu air ireng (hitam), abang (merah),  tiba-tiba biru itu benar-benar tercemar," tegasnya.

Untuk diketahui, aliran Sungai Bengawan Solo yang melintasi wilayah Kecamatan Cepu, Blora, tercemar parah. Kondisi air berwarna hitam pekat, berbusa, bahkan mengeluarkan bau yang tidak sedap, seperti ciu yang diduga akibat limbah industri etanol

">KLIK dan ">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten