Tutup Iklan
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (kiri). (Semarangpos.com-Humas Pemprov Jateng)

Solopos.com, SOLO — Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo menilai https://news.solopos.com/read/20190813/496/1011756/pemprov-jateng-akan-gratiskan-spp-sma-negeri-pada-2020" target="_blank" rel="noopener">penggratisan sumbangan pembangunan pendidikan (SPP) SMA dan SMK swasta tidak mungkin dilakukan. Menurutnya, campur tangan kepada sekolah swasta dalam pembiayaan bisa dilakukan berupa bantuan.

Saat ditemui Solopos.com di sela-sela acara pengukuhan guru besar tidak tetap Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Wimboh Santoso, Senin (26/8/2019), Ganjar mengatakan sekolah swasta memiliki tanggung jawab sendiri dalam mengelola pembiayaan sekolah. Karena itu, tak mungkin SPP-nya digratiskan.

“[SMA/SMK swasta] tidak bisa digratiskan SPP-nya [dengan dana pemerintah]. Swasta kan punya tanggung jawab sendiri. Tapi kita bisa beri bantuan, bentuknya duit. Untuk sekolah swasta kami memang minta yayasan juga berkontribusi,” ujarnya tanpa menyebut nilai bantuan tersebut.

Selain itu, sejauh ini penerapanhttps://news.solopos.com/read/20190815/496/1012210/rencana-spp-gratis-sma-negeri-sma-swasta-kian-terancam" target="_blank" rel="noopener"> SPP di sekolah swasta juga menjadi kewenangan yayasan. “Karena mereka juga tidak bisa kendalikan SPP-nya. Memang mau kita kendalian SPP-nya? Kan tidak,” imbuhnya.

Ganjar menjelaskan saat ini pihaknya tengah mempersiapkan pola bantuan tersebut. “Bantuan kepada swasta ini kan sebenarnya sudah ada sejak dulu, tetapi tidak seksi. Sekarang sedang kita hitung pola bantuannya,” ujar Ganjar.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya oleh Solopos.com, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng akan mengalokasikan dana sekitar Rp1 triliun dari APBD 2020 untuk https://news.solopos.com/read/20190815/496/1012210/rencana-spp-gratis-sma-negeri-sma-swasta-kian-terancam" target="_blank" rel="noopener">menggratiskan SPP bagi siswa SMAN dan SMKN. Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan anggaran untuk menggratiskan biaya SPP SMAN dan SMKN itu sudah masuk dalam tahap pembahasan di tingkat legislatif.

Avatar
Editor:
Adib M Asfar

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten