Gubernur nonaktif Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau proyek pembangunan tanggul laut di Kota Pekalongan, Jateng, Jumat (25/5/2018). (Antara-Tim Media Ganjar/Yasin)

<p><strong>Solopos.com, </strong><strong>PEKALONG</strong><strong>AN &mdash; </strong>Gubernur nonaktif Jawa Tengah <a href="http://semarang.solopos.com/read/20180414/515/910100/pilkada-2018-ini-riwayat-hidup-dan-sepak-terjang-ganjar-pranowo">Ganjar Pranowo</a> meminta proyek pembangunan tanggul laut di Kota Pekalongan dipercepat demi mengurangi dampak terjadinya limpasan air laut ke daratan (<em>rob</em>). Sebelumnya, Ganjar mengaku sudah berkali-kali mengemukakan seruan serupa tatkala masih aktif menjabat.</p><p>"Saya omong [pembangunan tanggul laut dipercepat] ini sudah lama. Dan ini butuh kerja sama dari beberapa kepala daerah, kita tidak bisa egois karena namanya air itu tidak punya KK [kartu keluarga], tidak punya alamat, kalau mau <em>ngalir </em>ya <em>ngalir </em>saja," kata <a href="http://semarang.solopos.com/read/20180414/515/910100/pilkada-2018-ini-riwayat-hidup-dan-sepak-terjang-ganjar-pranowo">Ganjar Pranowo</a> di Kota Pekalongan, Jateng, Jumat (25/5/2018).</p><p>Pernyataan tersebut disampaikan <a href="http://semarang.solopos.com/read/20180414/515/910100/pilkada-2018-ini-riwayat-hidup-dan-sepak-terjang-ganjar-pranowo">Ganjar Pranowo</a> saat meninjau proyek pembangunan tanggul laut di Kelurahan Panjang Baru, Kota Pekalongan, yang pada proyek paket III tersebut sedang berlangsung pekerjaan pengurugan dengan alat berat. Total tanggul laut di Kota Pekalongan nanti akan memiliki panjang 8,5 kilometer dengan konstruksi beton setinggi 3 meter.</p><p>Terkait pendanaan pembangunan tanggul laut, Ganjar menjelaskan nanti akan diterapkan sistem yang terintegrasi karena hal tersebut tidak bisa ditangani sendiri oleh Pemerintah Provinsi Jateng maupun Pemerintah Kota Pekalongan. Guna mengimbangi pembangunan tanggul laut tersebut, calon gubernur Jateng bernomor urut 1 itu meminta masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan dan mengelola drainase dengan baik.</p><p>"Sistem drainase kita kelola dengan baik, termasuk yang ada di Kota Pekalongan ini, sistem-sistem sungainya ya bersih, limbah-limbah jangan dibuang di sungai, harus sistematis," ujar pasangan calon wakil gubernur <a href="http://semarang.solopos.com/read/20180416/515/910562/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-taj-yasin">Taj Yasin</a> itu.</p><p>Politikus PDI Perjuangan yang kembali dipercaya partainya untuk maju dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) sebagai rangkaian pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak 2018 itu mengakui jika tingginya <em>rob </em>sebelumnya juga dipengaruhi faktor cuaca.</p><p>Ganjar beserta rombongan meninjau <em>rob </em>yang terjadi di Jl. Kusuma Bangsa dan Jl. Pantai Sar yang menggenangi Taman Makam Pahlawan Prawira Reksanegara, markas koramil, mapolsek, dan perumahan Citra Grand. Selain itu, sejumlah sekolah seperti Madrasah Ibtidaiyah Sudirman dan IAIN Pekalongan juga terendam <em>rob</em>.</p><p>Ketika mengunjungi pos pengungsian di GOR Jatayu Pekalongan Utara, Ganjar yang telah memimpin Jateng hampir lima tahun itu sempat meminta seorang dokter untuk memeriksa anak balita yang diketahui sedang sakit batuk.</p><p><strong><em><a href="http://semarang.solopos.com/">KLIK</a> dan <a href="https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE</a> di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya</em></strong></p><p>&nbsp;</p>


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten

%d blogger menyukai ini: