Ganjar Pranowo Ingantkan Toleransi Beragama Ada Sejak Zaman Nabi dan Wali

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Jumat (24/1/2020), memimpin Kirab Kebangsaan Merah Putih di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang.

Minggu, 26 Januari 2020 - 02:20 WIB Penulis: Newswire Editor: Rahmat Wibisono | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memimpin Kirab Kebangsaan Merah Putih, Jumat (24/1/2020). (Antara-Humas Pemprov Jateng)

Solopos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan bahwa toleransi antarumat beragama berupa sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan sudab ada sejak zaman nabi serta wali.

“Keberagaman itu sudah menjadi sunatullah, kebinekaan di Tanah Air sudah termaktub di lauhul makhfudz. Maka, para ulama telah mewanti-wanti, dahulukanlah adabmu sebelum kau junjung ilmumu,” kata Ganjar Pranowo saat memimpin Kirab Kebangsaan Merah Putih di Lapangan Pancasila, kawasan Simpang Lima, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (24/1/2020) .

Menurut Ganjar, banyak kisah yang bisa ditemukan tentang bagaimana sikap toleransi ini. “Bahkan, karena luar biasanya sisi kemanusiaan Rasulullah, beliau seminggu tiga kali menyuapi seorang nenek Yahudi dengan suapan yang sangat lembut, padahal nenek Yahudi tersebut tidak henti-hentinya menjelek-jelekkan Rasulullah,” ujarnya.

Contoh yang lain, kata Ganjar, juga dikisahkan oleh para wali di Nusantara. “Semua tahu, jika membicarakan perpaduan agama dan budaya, Sunan Kalijaga adalah ahlinya, juga Kanjeng Sunan Kudus yang demi menghormati orang Hindu, beliau melarang muridnya untuk menyembelih sapi,” katanya.

Ganjar berharap dengan adanya kirab kebangsaan ini, akulturasi agama dan budaya bisa menjadi semangat untuk memperkukuh kebangsaan. “Mudah-mudahan pawai ini mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Kirab dengan peserta yang berbeda-beda suku, agama, ras, dan golongan ini makin menyadarkan bahwa bangsa ini beragam namun tetap satu,” ujar Ganjar.

Kirab kebangsaan itu juga dihadiri oleh ulama kharismatik Habib Luthfi bin Yahya, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, jajaran forkompimda, dan ribuan orang dari berbagai suku, agama, ras, dan golongan. Habib Luthfi bin Yahya menjelaskan bahwa tujuan Kirab Kebangsaan Merah Putih untuk menyatukan masyarakat.

Ia berharap kegiatan itu dapat meningkatkan rasa memiliki Merah Putih sebagai simbol negara. “Ada tiga hal yang ditekankan dalam merah putih, tidak hanya simbol tanpa makna. Di dalamnya ada kehormatan bangsa, harga diri bangsa, dan jati diri bangsa,” kata Habib Luthfi dalam Kirab Kebangsaan Merah Putih itu.

Menurut Habib Luthfi sudah tidak boleh saat ini masyarakat diributkan dengan isu perbedaan sebab dunia saat ini sudah memikirkan tentang kemajuan, bukan lagi memperdebatkan perbedaan. Bangsa Indonesia terdahulu, lanjut dia, sudah pandai dan berpikiran ke depan.

Mereka bisa membuat Candi Borobudur, Candi Prambanan, Masjid Agung Jawa Tengah, dan lainnya dengan hebat. “Kenapa sekarang kita justru ketinggalan dan masih meributkan perbedaan? Untuk itu, dengan kirab budaya ini, mari kita sadar tentang pentingnya menjaga persatuan bangsa,” ujarnya.

Kirab Kebangsaan Merah Putih diikuti oleh ribuan orang yang mengenakan beragam pakaian adat dan berbaur dari berbagai suku, agama, ras, dan golongan. Peserta kirab mulai jalan dari Jalan Kagok Semarang menuju Lapangan Pancasila Simpang Lima dengan membawa bendera Merah Putih sepanjang 500 m.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif
HEADLINE jateng Seru! Ratusan Peserta Ikuti Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda Danjen Kopassus 7 menit yang lalu

HEADLINE jateng Korban Meninggal dalam Kecelakaan Tol Semarang-Solo Bertambah, Total 6 Orang 2 jam yang lalu

HEADLINE jateng Polisi Periksa 7 Pengemudi Mobil dalam Kecelakaan Beruntun Tol Pejagan-Pemalang 6 jam yang lalu

HEADLINE jateng Asyik, Semarang Sediakan 250 Sepeda Motor Listrik untuk Wisatawan 1 hari yang lalu

HEADLINE jateng Mobil Tabrak Pohon di Depan Kodam Diponegoro, 1 Nyawa Melayang 1 hari yang lalu

HEADLINE jateng Pendukung Anies Baswedan Capres 2024 Gelar Deklarasi di Semarang 1 hari yang lalu

HEADLINE jateng Alpokat Kalibening, Varietas Ambarawa yang Pernah Dipamerkan di Istana Negara 1 hari yang lalu

HEADLINE jateng Kecelakaan Maut di Tol Semarang-Solo, Polisi: Sopir Alami Microsleep 1 hari yang lalu

HEADLINE jateng Diduga Tenggelam, Nelayan Cilacap Tiba-Tiba Hilang saat Cari Benur 1 hari yang lalu

HEADLINE jateng Kronologi Truk Bermuatan Kelapa Seruduk Sepeda Motor di JLS Salatiga 1 hari yang lalu

HEADLINE jateng Semarang & Kendal Diguyur Hujan Es, BMKG: Dipicu Awan Kumulonimbus 1 hari yang lalu

HEADLINE jateng Minibus Tabrak Truk di Tol Semarang-Solo, Ini Daftar Korban Meninggal 1 hari yang lalu

HEADLINE jateng Truk Muatan Kelapa Seruduk Sepeda Motor di Salatiga, Tiga Orang Meninggal 1 hari yang lalu

HEADLINE jateng Kronologi Kecelakaan Maut di Tol Semarang - Solo, 5 Nyawa Melayang 1 hari yang lalu

HEADLINE jateng Kecelakaan Maut di Tol Semarang - Solo: Minibus Sundul Truk, 5 Meninggal 1 hari yang lalu