Solopos.com, PURWOKERTO — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengimbau masyarakat lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Dengan lebih peka, warga Jateng bisa segera melapor kepada aparat penegak hukum jika melihat hal mencurigakan.

Sikap itu dinilai Gubernur Ganjar Pranowo setelah terjadi bom bunuh diri di Pos Pengamanan Pertigaan Tugu Tani Kartasura, Senin (3/6/2019) malam. "Terutama yang terdekat, yaitu keluarga. Kita harus sadar jika ada sesuatu yang terjadi di keluarga kita," katanya, saat ditemui seusai salat id di Alun-Alun Purwokerto, Jawa Tengah, Rabu (5/6/2019).

Menurut dia, antisipasi awal yang bisa dilakukan oleh pemerintah adalah dengan kerja sama masing-masing anggota keluarga dalam menjaga persatuan dan kesatuan serta kerukunan dalam bermasyarakat. "Mudah-mudahan kita menjadi sadar, eh keluarga kita terpapar loh, keluarga kita ada yang aneh-aneh loh, eh keluarga kita tiba-tiba punya nyali yang sangat berani menyakiti orang lain lho," ujarnya lagi.

Ia melanjutkan, keluarga merupakan kekuatan utama untuk bisa meredakan berbagai gejolak yang terjadi di tengah masyarakat. "Keluarga dulu, baru tingkatannya komunitas dan perlahan kita memantau," katanya.

Sebelumnya, dia salat id pada Hari Idulfitri 1440 H bersama keluarga di Alun-Alun Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah pada pukul 07.00 WIB. Setelah salat id, Gubernur Jateng tersebut mengadakan halalbihalal yang diselenggarakan di Pendapa Kantor Bupati Banyumas dan mempersilakan warga setempat untuk makan dan berbincang bersama.

Rencananya, ia juga akan melakukan gelar griya atau sambang griya (open house) di tiga lokasi secara bergantian, yakni di Kabupaten Purbalingga, Kutoarjo, dan Karanganyar.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten